Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan antara Persepsi Dukungan Organisasi dan Komitmen Organisasi Guru Bersertifikasi di SMAN 9 Malang

EDDY DWI MELYATA

Abstrak


Kualifikasi guru yang rendah dan mutu pendidikan yang perlu ditingkatkan adalah permasalahan pendidikan yang berkelanjutan. Guru merupakan ujung tombak dalam kegiatan pembelajaran, selain itu guru juga memiliki peranan yang signifikan dalam terciptanya suasana pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan komitmen organisasi guru bersertifikasi di SMAN 9 Malang.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Tehnik sampling yang digunakan adalah tehnik populasi. Pengumpulan data menggunakan skala persepsi dukungan organisasi dan skala komitmen organisasi.Pada uji validitas dan uji reliabilitas, diperoleh data bahwa skala komitmen organisasi memiliki 35 aitem valid dengan nilai reliabilitas sebesar 0,896 sedangkan skala persepsi dukungan organisasi memiliki 34 aitem valid dengan reliabilitas sebesar 0,927.Simpulan hasil penelitian yang diperoleh:(1) Sebagian besar guru bersertifikasi di SMAN 9 Malang memiliki komitmen organisasi yang tinggi yaitu 51% atau 21 guru dari total 41 guru bersertifikasi.(2) Sebagian besar guru bersertifikasi di SMAN 9 Malang memiliki persepsi dukungan organisasi yang positif yaitu 54% atau 22 guru dari total 41 guru bersertifikasi.(3) Hipotesis diterima dengan signifikansi 0,000 < signifikansi 0,05yang berarti bahwa Ada hubungan antara Persepsi Dukungan Organisasi dengan Komitmen Organisasi Guru Bersertifikasi di SMAN 9 Malang dan korelasi p =0,837menunjukkan korelasi positif yang menunjukkan semakin positif persepsi dukungan organisasi maka komitmen organisasi semakin tinggi serta sebaliknya, semakin negatif persepsi dukungan organisasi maka komitmen organisasi semakin rendah. Saran yang diberikan berupa: (1) Kepada guru, agar menjaga keprofesionalitasan guru dan terus berinovasi dalam pembuatan karya ilmiah, (2) Kepada sekolah, tetap memberikan dukungan dan perhatian terhadap bersertifikasi (3) Kepada pemerintah, menyempurnakan sistem pelaksanaan sertifikasi yang dilakukan secara nasional dan meningkatkan penghargaan atas prestasi yang ditinjau secara berkala. (4) Kepada peneliti selanjutnya, agar dapat memperluas kajian teori dan memperbanyak jumlah subjek.