Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Konflik Peran Ganda dan Manajemen Konflik Pada Mahasiswi S1 yang Telah Menikah

Maratus Ratna Kurnia

Abstrak


Memutuskan untuk menikah pada saat masih kuliah akan menyebabkan seorang perempuan memunyai dua peran, yaitu sebagai mahasiswi dan istri. Hurlock (2004) yang mengatakan bahwa mencoba menguasai dua atau lebih keterampilan serempak biasanya menyebabkan kedua-duanya kurang maksimal. Perbedaan karakteristik tugas mahasiswi dan istri memungkinkan perempuan mengalami konflik peran ganda. Konflik perang anda dapat menyebabkan seseorang menghabiskan waktu yang lebih untuk peran yang dirasa penting dan kekurangan waktu untuk peran lainnya (Greenhaus&Beutell, 1985).Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap konflik peran ganda yang dialami oleh mahasiswi S1 yang telah menikah serta peneyelesaiannya.

 

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan model studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini adalah empat orang perempuan yang sudah menikah dan masih melanjutkan studi S1 di kota Malang. Teknik  pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Analisis data yang digunakan adalah analisis tematik, sedangkan pengecekan keabsahan temuan menggunakan metode triangulasi sumber.

 

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konflik peran ganda dialami oleh mahasiswi S1 yang telah menikah dalam bentuk konflik peran berdasarkan waktu, konflik peran ganda berdasakan tekanan, dan konflik peran ganda berdasarkan perilaku. Terjadinya konflik peran ganda disebabkan oleh peran tambahan, kepribadian, dukungan suami dan orang tua, tuntutan dari lingkungan, serta tuntutan tugas-tugas dalam perkuliahan. Manajemen konflik peran ganda yang dilakukan oleh partisipan dalam penelitian ini melalui coping religius dengan cara beribadah, mengubah sikap terhadap peran ganda, penyesuaian waktu terhadap tugas-tugas peran ganda, serta mengandalkan keringanan yang diberikan dari tempat perkuliahan.

 

Bagi peneliti selanjutnya, hendaknya melanjutkan penelitian mengenai konflik peran ganda ditinjau dari perspektif psikologi positif untuk mengetahui dampak positif dari konflik peran tersebut. Sedangkan bagi orang tua, suami, maupun teman, disarankan untuk memberikan dukungan sosial terhadap perempuan yang menjalankan peran ganda sebagai istri sekaligus mahasiswa untuk mengurangi dampak negatif dari konflik peran ganda