Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Instrumen Identifikasi Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) pada Anak Menggunakan Aplikasi Berbasis Web bagi Guru dan Orangtua

Siska Deaprilia Silrawati

Abstrak


ABSTRAK

 

Silrawati, Siska Deaprilia. 2016. Pengembangan Instrumen Identifikasi Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) pada Anak Menggunakan Aplikasi Berbasis Web bagi Guru dan Orangtua. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Moh. Irtadji, M.Si. (2) Farah Farida Tantiani, S.Psi., M.Psi., Psikolog.

 

Kata kunci: instrumen, identifikasi ADHD.

 

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Instrumen Identifikasi ADHD yang valid dan reliabel dalam mengidentifikasi adanya ADHD pada anak. Hasil penelitian diharapkan memudahkan guru dalam mengidentifikasi adanya ADHD pada siswa, serta memudahkan orangtua dalam mengidentifikasi adanya ADHD pada anak. Selain itu, penelitian ini untuk memberikan informasi mengenai ADHD pada masyarakat, agar tidak memberikan julukan yang negatif pada anak di masa perkembangannya.

Langkah-langkah penelitian ini meliputi: (1) analisis kebutuhan, yang dilakukan di lapangan, (2) perancangan desain, berupa spesifikasi instrumen dan penulisan item (3) implementasi desain, berupa penyusunan item perakitan instrumen  (4) validasi ahli, berupa analisis item (5) revisi, perbaikan dari validasi ahli (6) uji coba terbatas (7) revisi (8) uji coba lapangan (9) perbaikan produk (10) produk akhir, berupa kajian produk yang telah direvisi.

Hasil dari validasi isi, dilakukan oleh 3 ahli, instrumen identifikasi ADHD perlu direvisi sebanyak 10 item. Hasil dari validasi isi ini memperoleh koefisien validitas Aiken’s V yang bergerak dari 0,56 hingga 0,89 yang berarti isi dari instrumen memadai. Setelah dilakukan revisi, instrumen identifikasi ADHD diujicobakan secara terbatas untuk mengetahui perbedaan skor total antara pengamat (orangtua dan guru) yang menangani anak/siswa ADHD dan yang tidak menangani anak/siswa ADHD dan mencerminkan perbedaan yang signifikan, dengan nilai signifikansi sebesar 0,013. Setelah Instrumen Identifikasi ADHD yang diujicobakan terbatas telah direvisi, maka dilakukan uji coba lapangan dengan total subjek 40 orang. Selanjutnya, dilakukan analisis validitas dengan nilai probabilitas bergerak dari 0,00 hingga 0,014, dan analisis reliabilitas dengan nilai 0,963.

Berdasarkan hasil uji validitas dan reliabilitas, maka dapat disimpulkan bahwa instrumen identifikasi ADHD telah valid dan reliabel sebagai instrumen untuk mengidentifikasi ADHD pada anak bagi guru dan orangtua, serta dapat dimanfaatkan bersama lembaga psikologi, pendidikan, dan kesehatan. Selain itu, untuk penelitian dan pengembangan selanjutnya dilakukan analisis faktor dalam pengembangan instrumen identifikasi ADHD.