Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Metode Pembelajaran Small Group Oral Language terhadap Peningkatan Kemampuan Berbahasa Anak Usia Dini di Pos Paud Rosalia Malng

Deangga Mayang Sari

Abstrak


ABSTRAK

 

Sari, Deangga Mayang. 2016. Pengaruh Metode Pembelajaran Small Group Oral Language terhadap Peningkatan Kemampuan Berbahasa Anak Usia Dini di Pos Paud Rosalia Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sudjiono, S.Pd., M.Si, (II) Farah Farida Tantiana S.Psi., M.Psi.

 

Kata Kunci: anak usia dini, metode pembelajaran small group oral language,  kemampuan berbahasa.

 

Anak usia dini dapat mempelajari bahasa hanya bila orang-orang di sekelilingnya menggunakan bahasa tersebut secara rutin dalam percakapan. Orang tua juga memasukkan anaknya untuk mengikuti pendidikan prasekolah agar anak mampu berkomunikasi dalam lingkup sosial yang lebih luas. Akan tetapi, guru biasanya hanya mengajarkan kosakata tetapi mengabaikan maknanya, sehingga keaktifan anak dalam proses pembelajaran bahasapun juga masih rendah, anak-anak kurang merespon hal yang diterangkan oleh guru. Untuk itu, peneliti ingin meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia dini di Pos Paud Rosalia Malang dengan memberikan metode pembelajaran small group oral language kepada siswa.

Small Group Oral Language adalah proses pembelajaran bertujuan untuk  meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia dini seperti memperkaya perbendaharaan kata dan meningkatkan kemampuan anak dalam memaknai bahasa. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan kemampuan berbahasa anak usia dini serta pengaruh dari metode pembelajaran small group oral language terhadap kemampuan berbahasa anak usia dini di POS PAUD Rosalia.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen-semu, dengan desain one-group pretest-postest design. Instrumen yang digunakan terbagi menjadi instrumen pengumpulan data dan instrumen perlakuan yang dikembangkan oleh peneliti sendiri. Instrumen penelitian berupa angket kemampuan berbahasa anak usia dini 4-5 tahun, sedangkan instrumen perlakuan berupa modul pembelajaran small group oral language. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan sampel jenuh, sehingga semua anggota populasi sebanyak 27 murid dijadikan sampel.

Data yang diperoleh, dinalisis menggunakan uji beda Paired Sampels T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh metode pembelajaran small group oral language  terhadap peningkatan kemampuan berbahasa pada anak usia dini. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian lanjutan dengan teknik oral language yang berbeda, desain penelitian yang berbeda serta jumlah subjek yang lebih luas.