Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerimaan Diri dan Sikap Warga Binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar

Saidatul Mukarromah

Abstrak


ABSTRAK

 

Mukarromah, Saidatul. Penerimaan Diri dan Sikap Warga Binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Sudjiono, S.Pd, M.Si, (2) Farah Farida Tantiani S.Psi, M.Psi.

 

Kata Kunci: penerimaan diri, sikap, warga binaan.

 

Lembaga Pembinaan Khusus Anak merupakan tempat untuk membina para narapidana yang masih berusia kurang dari 18 tahun. Berbagai program pembinaan seperti pelatihan keterampilan, sekolah, olahraga dan program kerohanian, diberikan untuk menjadikan warga binaan lebih baik. Akan tetapi, remaja yang bermasalah dengan hukum dipandang negatif oleh masyarakat. Keadaan ini dapat mengganggu perkembangan remaja yang harus menerima dirinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis adakah hubungan antara penerimaan diri dan sikap warga binaan terhadap program pembinaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar.

Warga Binaan LPKA Blitar berjumlah 114 anak. Teknik sampel jenuh digunakan karena adanya perbedaan kasus pada masing-masing subjek. Akan tetapi, subjek penelitian hanya sebanyak 102 warga binaan karena beberapa warga binaan lain tidak bisa berpartisipasi.

Skala penelitian yang digunakan adalah Skala Penerimaan Diri dan Skala Sikap terhadap Program Pembinaan. Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa Skala Penerimaan Diri memiliki nilai reliabilitas sebesar 0,960, sedangkan Skala Sikap terhadap Program Pembinaan sebesar 0,920. Berdasarkan analisis deskriptif, dari 102 warga binaan, sebanyak 91 warga binaan (89%) memiliki penerimaan diri yang baik dan 64 warga binaan (63%) memiliki sikap positif terhadap program pembinaan.

Uji hipotesis yang meggunakan analisis korelasi pearson product moment dengan bantuan SPSS memperoleh nilai rxy = 0,632. Hasil tersebut menunjukkan bahwa adanya hubungan yang positif dan kuat antara kedua variabel penelitian. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerimaan diri berhubungan secara signifikan dengan sikap warga binaan terhadap program pembinaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar.

Warga binaan yang penerimaan dirinya sudah baik dan sikapnya positif, diharapkan menjadi contoh warga binaan lainnya. Wali kamar diharapkan  meningkatkan dukungan dengan komunikasi secara personal. Kerjasama dengan profesional juga bisa dilakukan untuk memberikan pelatihan penerimaan diri. Selain itu, penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengaitkan variabel-variabel penelitian dengan variabel lain seperti perilaku warga binaan. Jarak antara observasi awal dan penelitian juga harus diperhatikan.