Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Antara Kepercayaan Diri dengan Resiliensi Remaja Panti Asuhan Al-Ikhlas Gondanglegi Kabupaten Malang.

Vony Zamrudiah

Abstrak


ABSTRAK

 

Zamrudiah, Vony. 2016. Hubungan Antara Kepercayaan Diri dengan Resiliensi Remaja Panti Asuhan Al-Ikhlas Gondanglegi Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang; Pembimbing (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M.Si (II) Ike Dwiastuti, S.Psi., M.Psi.

 

Kata Kunci: kepercayaan diri, resiliensi, dan remaja panti asuhan.

 

Resiliensi adalah kemampuan seseorang untuk bertahan, beradaptasi dan berusaha bangkit dari keadaan yang sulit, situasi peristiwa traumatis, serta kondisi penuh tekanan sehingga menjadi individu yang mampu mengatasi permasalahan dengan baik. Kepercayaan diri adalah sikap yakin individu akan kemampuan diri sendiri dalam melakukan interaksi dengan orang lain, mampu berperilaku bertanggung jawab terhadap tindakannya dan tidak mudah terpengaruh orang lain.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) tingkat kepercayaan diri pada remaja panti asuhan, (2) tingkat resiliensi remaja panti asuhan, (3) adakah hubungan antara kepercayaan diri dengan resiliensi remaja panti asuhan Al-Ikhlas Gondanglegi Kabupaten Malang.

Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif korelasional. Sampel sebanyak 31 responden diambil dengan teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan adalah skala kepercayaan diri mengacu teori Lauster (2004) sebanyak 18 aitem dengan reliabilitas 0,868 dan skala resiliensi mengacu teori Reivich (2003) sebanyak 27 aitem dengan reliabilitas sebesar 0,888.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) tingkat kepercayaan diri remaja panti asuhan dalam kategori rendah, (2) tingkat resiliensi remaja panti asuhan dalam kategori rendah, (3) ada hubungan positif yang signifikan antara kepercayaan diri dengan resiliensi sebesar 0,812 dengan signifikansi 0,000 p< 0,05 hipotesis diterima.

Saran yang dapat diberikan adalah :  (1) Remaja panti asuhan diharapkan berperan aktif dalam mengikuti kegiatan ekstrakulikuler untuk menumbuhkan rasa percaya diri serta mampu mengatasi kegagalan yang ada dan melakukan resiliensi, (2) Pengasuh panti asuhan dapat memberikan kesempatan bagi remaja di panti asuhan untuk melibatkan remaja dalam aktifitas di lingkungan sekitar panti asuhan sehingga kepercayaan diri dan resiliensi secara perlahan dapat berkembang pada diri remaja, (3) Psikolog perkembangan dapat memberikan seminar yang berhubungan dengan kepercayaan diri dan resiliensi untuk remaja di panti asuhan, (4) Peneliti Selanjutnya diharapkan lebih mencermati faktor-faktor lain seperti faktor resiko, dukungan keluarga, pola asuh, harga diri, bakat, efikasi diri dan faktor lingkungan yang mempengaruhi resiliensi pada remaja di panti asuhan.