Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN ANTARA SELF-DISCLOSURE DAN RESOLUSI KONFLIK DENGAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA PASANGAN SUAMI ISTRI DI KOTA MALANG

Niken Peni Pertiwi

Abstrak


ABSTRAK

 

Pertiwi, Niken Peni. 2016. Hubungan antara Self-disclosure dan Resolusi Konflik dengan Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Suami Istri di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Moh. Irtadji, M.Si, (II) Drs. H. Mohammad Bisri, M.Si.

 

Kata kunci: self-disclosure, resolusi konflik, kepuasan pernikahan.

 

Kepuasan pernikahan merupakan evaluasi subjektif pasangan terhadap kualitas hubungan pernikahannya. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan pernikahan, dua diantaranya adalah komunikasi yang terbuka dan cara seseorang dalam mengelola konflik.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) gambaran self-disclosure pasangan suami istri, (2) gambaran resolusi konflik pasangan suami istri, (3) gambaran kepuasan pernikahan pasangan suami istri, (4) hubungan self-disclosure dengan kepuasan pernikahan pasangan suami istri, (5) hubungan resolusi konflik dengan kepuasan pernikahan pasangan suami istri, dan (6) hubungan self-disclosure dan resolusi konflik dengan kepuasan pernikahan pasangan suami istri. Penelitian kuantitatif ini merupakan jenis penelitian deskriptif korelasional dengan menggunakan teknik korelasi pearson product moment dan analisis korelasi ganda. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 100 orang yang terdiri dari 50 suami dan 50 istri dengan teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala self-disclosure sebanyak 30 aitem dengan koefisien reliabilitas 0,916, angket resolusi konflik sebanyak 18 aitem dengan koefisien reliabilitas 0,820, skala kepuasan pernikahan sebanyak 42 aitem dengan koefisien reliabilitas 0,927.

Hasil penelitian ini adalah (1) tingkat self-disclosure pasangan suami istri di kota Malang berada dalam klasifikasi relatif sama. (2) Kecenderungan gaya resolusi konflik pasangan suami istri lebih banyak pada tipe collaborative style. (3) Tingkat kepuasan pernikahan pasangan suami istri di Kota Malang berada dalam klasifikasi relatif sama. (4) Terdapat hubungan yang positif signifikan antara self-disclosure dengan kepuasan pernikahan pasangan suami istri. (5) Tidak terdapat hubungan yang positif signifikan antara resolusi konflik dengan kepuasan pernikahan pasangan suami istri. (6) Terdapat hubungan yang positif signifikan antara self-disclosure dan resolusi konflik dengan kepuasan pernikahan pasangan suami istri.

Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah : (1) bagi pasangan suami istri: diharapkan dapat meningkatkan self-disclosure dan menggunakan gaya resolusi konflik yang konstruktif agar dapat meningkatkan kepuasan pernikahan. (2) bagi psikolog: diharapkan dapat menjadi informasi tambahan sebagai masukan bagi pasangan yang sedang menjalani hubungan pernikahan. (3) bagi peneliti selanjutnya: menambah jumlah sampel dan menggunakan teknik random sampling agar lebih merepresentasikan populasi.