Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Dinamika Psychological Capital pada Wirausahawan Usia Dewasa Awal yang Sukses

Nixie Devina Rahmadiani

Abstrak


ABSTRAK

 

Rahmadiani, Nixie Devina. 2016. Dinamika Psychological Capital pada Wirausahawan Usia Dewasa Awal yang Sukses. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Diyah Sulistiyorini, S.Psi., M.Psi, (II) Ninik Setiyowati, S.Psi., M.Psi.

 

Kata Kunci: psychological capital, wirausahawan sukses, usia dewasa awal

 

Salah satu tugas perkembangan usia dewasa awal adalah memilih karir. Salah satu karir yang dapat dipilih adalah berwirausaha. Hal yang menarik saat ini adalah banyak wirausahawan yang mampu sukses di usia dewasa awal (usia muda). Modal terpenting untuk meraih kesuksesan berwirausaha adalah modal psikologis. Empat dimensi modal psikologis dimungkinkan muncul pada diri wirausahawan yang sukses. Tetapi, dinamika yang muncul pada masing-masing individu bisa berbeda satu sama lain.  

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dinamika psychological capital pada wirausahawan usia dewasa awal yang sukses. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan kualitatif menggunakan teknik studi kasus intrinsik. Keabsahan data temuan dilakukan dengan triangulasi perspektif dengan memanfaatkan informan. Subjek penelitian berjumlah 3 orang wirausahawan usia dewasa awal yang sukses, sedangkan informan yang dipilih masing-masing yaitu teman dekat, ayah, serta sepupu subjek.  

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat dimensi psychological capital muncul dan saling berkaitan satu sama lain pada diri wirausahawan usia dewasa awal yang sukses. Wirausahawan usia dewasa awal menunjukkan efikasi diri yang positif. Ketiga subjek menunjukkan harapan yang positif. Pola asuh yang membiasakan anak untuk bisa mandiri, terlatih bekerja keras dari orangtua dan lingkungan yang suportif mampu membentuk optimisme pada diri wirausahawan muda. Resiliensi dalam diri wirausahawan muda terbentuk karena memiliki kemampuan, stabilitas emosi, regulasi diri, adanya dukungan sosial yang baik, dan tidak ditemukan rasa tidak aman akan pekerjaan (job insecurity) karena efikasi diri ikut berperan di dalamnya. Ditemukan pula bahwa aspek religiusitas dengan sholat tahajud dan dhuha mampu meningkatkan resiliensi karena dapat membantu memunculkan energi dalam diri sehingga mendorong individu untuk mampu bangkit ketika mendapatkan permasalahan dalam bisnisnya.