Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN KETERBUKAAN DIRI DAN KEBUTUHAN AFILIASI DENGAN INTENSITAS PENGGUNAAN SITUS JEJARING SOSIAL DI SMA LABORATORIUM UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Elyana Dwi Ratnasari

Abstrak


ABSTRAK

 

Ratnasari, Elyana Dwi. 2015. Hubungan antara Keterbukaan diri dan Kebutuhan Afiliasi dengan Intensitas Penggunaan Situs Jejaring Sosial pada Remaja di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moh. Irtadji, M.Si, (II) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi, M.Psi.

 

Kata kunci: keterbukaan diri, kebutuhan afiliasi, intensitas penggunaan jejaring sosial.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keterbukaan diri, kebutuhan afiliasi dan intensitas penggunaan situs jejaring sosial pada remaja di SMA Laboratorium UM. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dan korelasional. Pemilihan subjek penelitian menggunakan teknik proportional random sampling. Subjek penelitian berjumlah 127 orang dengan karakteristik siswa kelas X dan XI SMA Laboratorium UM dalam usia remaja yang memiliki akun jejaring sosial dan aktif menggunakan situs jejaring sosial. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala pengungkapan diri, skala kebutuhan afiliasi dan angket intensitas penggunaan situs jejaring sosial.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih banyak siswa (56,7%) yang memiliki keterbukaan diri rendah dan 43,3% siswa dalam kategori tinggi. Lebih banyak siswa yang (51,2%) memiliki kebutuhan afiliasi tinggi dan 48,8% siswa lainnya memiliki kebutuhan afiliasi rendah. Jumlah siswa yang memiliki intensitas penggunaan situs jejaring sosial tinggi sebesar 51,2% dan 48,8% siswa memiliki intensitas penggunaan situs jejaring sosial dalam kategori rendah. Terdapat hubungan yang positif signifikan antara keterbukaan diri dengan intensitas penggunaan situs jejaring sosial pada siswa SMA Laboratorium UM yang menghasilkan angka korelasi 0,215 dengan angka signifikansi 0,015 (p < 0,05). Tidak terdapat hubungan yang positif signifikan antara kebutuhan afiliasi dengan intensitas penggunaan situs jejaring sosial pada siswa SMA Laboratorium UM yang menghasilkan angka korelasi -0,073. Analisis korelasi antara variabel keterbukaan diri dan kebutuhan afiliasi dengan intensitas penggunaan situs jejaring sosial dianalisis menggunakan uji regresi ganda yang menghasilkan nilai R sebesar 0,239  yang artinya terdapat hubungan positif antara keterbukaan diri dan kebutuhan afiliasi dengan intensitas penggunaan situs jejaring sosial pada siswa SMA Laboratorium UM. Namun, hasil uji hipotesis pada penelitian hanya dapat dikenai pada kelompok sampel penelitian.

Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dikemukakan adalah (1) Remaja dapat mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang dapat meningkatkan kecakapan komunikasi interpersonalnya (keterbukaan diri) seperti ektrakulikuler Public Speaking (2)Guru Bimbingan Konseling dapat memberikan suatu pelatihan pengembangan diri yang dapat meningkatkan keterbukaan siswa atau kecakapan komunikasi interpersonalnya. (3) Peneliti selanjutnya disarankan agar menambah subjek dalam cakupan yang lebih luas dan lebih banyak agar keakuratan hasil penelitian jauh lebih baik dan maksimal dan perlu diperhatikan untuk pengukuran intensitas sebaiknya menggunakan pertanyaan yang lebih luas cakupannya.

ABSTRAK

 

Ratnasari, Elyana Dwi. 2015. Correlation Between Self-disclosure and Need of Affiliation with Usage Intensity of Social Networking Sites at SMA Laboratorium UM. Thesis, Department of Psychology, Faculty of Educational Psychology, State University of Malang. Supervisor: (I) Dr. Moh. Irtadji, M.Si., (II) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi, M.Psi.

 

Key words: self-disclosure, need of affiliation, usage intensity of social networking sites

This study aims to determine the correlation between self-disclosure, need  of affiliation and the usage intensity of social networking sites at adolescents in SMA Laboratorium UM. This study used a descriptive and correlational research design. The selection of research subjects using proportional random sampling technique. The number of subjects are 127 people with the characteristics of adolescent students at SMA Laboratorium UM who had social networking sites account and actively using the social networking sites account. Instrument used in this study are self-disclosure scale, need of affiliation scale, and usage intensity of social networking sites questionnaire.

The results showed that the majority of students (56,7%) have low self-disclosure and 43,3% of students in the high category. Most of the students (51,2%) have high need of affiliation and 48,8% of other students have low need of affiliation. The number of students who have a high usage intensity of social networking site is 51,2% and the other students (48,8%) have low usage intensity of social networking site. There is a significant positive correlation between self-disclosure with usage intensity of social networking site at SMA Laboratorium UM’s students which generates a number of correlation 0,215 and with correlation number 0,015 (p < 0,05). There is no a significant positive correlation between need of affiliation and usage intensity of social networking site at SMA Laboratorium UM’s students which generates a number of correlation -0,073. Analysis of correlation between the variables, self-disclosure and the need of affiliation with usage intensity of social networking sites analyzed using multiple regression test which generates the R value of 0,239  means that there is a significant positive correlation between self-disclosure and the need of affiliation with usage intensity of social networking sites at student of SMA Laboratorium UM. But, the result on this research only can be subject to sample group of research.

Based on the research results, suggestions are put forward (1) Students can  take an extracurricular activity that can be improved their interpersonal communication skill (self-disclosure) such as Public Speaking Class. (2) The counselor can facilitated a self-developmental training program at school that can improved student’s self-disclosure or their interpersonal communication skill. (3) The next researcher recommended to add the number of sample study  population so that the accuracy of the results are much better and maximal.