Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

INTERAKSI SOSIAL PADA PENGANUT ISLAM FUNDAMENTAL DI KOTA MALANG

KASROPIN NUGROHO

Abstrak


ABSTRAK

 

Nugroho, Kasropin. 2015. Interaksi Sosial pada Penganut Islam Fundamental di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Diyah Sulistiyorini, S.Psi, M.Psi , (II) Farah Farida Tantiani, S.Psi., M.Psi

 

Kata Kunci : interaksi sosial, penganut Islam fundamental

 

Interaksi sosial adalah hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok yang paling tidak harus memenuhi syarat adanya kontak sosial dan komunikasi. Interaksi sosial menjadi hal penting bagi setiap orang, termasuk penganut Islam fundamental yang secara definitif merupakan seseorang yang bergabung dengan organisasi yang menginginkan hukum Islam ditegakkan secara sosial politik atau menyeluruh. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian fenomenologis dan analisis yang bersifat deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada dua organisasi yaitu Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Gerakan Tarbiyah. Subjek penelitian pertama dan kedua berasal dari HTI, sebagai Ketua dan anggota. Subjek penelitian ketiga adalah anggota Gerakan Tarbiyah.

Hasil penelitian ini yaitu, kontak sosial subjek pertama dan kedua adalah kontak sosial primer dan bersifat positif. Pada subjek ketiga, cenderung tidak memunculkan kontak sosial. Pada aspek komunikasi subjek pertama memiliki komunikasi yang intensif, sedangkan pada subjek kedua memiliki komunikasi yang terbatas. Pada subjek ketiga cenderung tidak memunculkan komunikasi. Interaksi sosial subjek satu dan subjek dua adalah interaksi sosial asosiatif berupa kerja sama dengan bentuk kerukunan atau gotong royong yang pada tataran sebagai ketua dan anggota organisasi, subjek satu menjalankan norma marhalah tafa’ul ma’a al-ummah dan marhalah at-tasqif, dan subjek dua menjalankan norma marhalah at-tasqif.  Pada subjek tiga, interaksi sosial yang muncul adalah interaksi sosial disosiatif dengan bentuk kontravensi yang pada tataran sebagai anggota Gerakan Tarbiyah menjalankan norma islah an-nafs.

Saran dari hasil penelitian ini, bagi pemerintah kota Malang sekiranya membuat kegiatan-kegiatan yang dapat melekatkan hubungan antar kelompok agama dan masyarakat diluar kelompok agama. Pemerintah kota Malang menjadi fasilitator untuk pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut. Kegiatan dapat berupa mengadakan kegiatan keagamaan seperti buka puasa bersama, diskusi keagamaan, diskusi kenegaraan, dan bersih desa. Kemudian saran kepada peneliti lain agar dapat mengembangkan penelitian terpaut interaksi sosial pada anggota organisasi Islam fundamental yang lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRACT

 

Nugroho, Kasropin. 2015. Social Interaction of Islamic Fundamental Adherents in Malang.  Thesis, Psychology Department, Faculty of Psychological Education, State University of Malang. Advisor (I) Diyah Sulistiyorini, S.Psi, M.Psi , (II) Farah Farida Tantiani, S.Psi., M.Psi

 

Keywords : social interaction, Islamic fundamental adherents

 

Social interaction is a relationship between individuals, individuals and groups, or groups with most groups do not have to qualify for social contact and communication. Social interaction becomes important for everyone, including followers of Islamic fundamental definitively be someone who join an organization that wants Islamic law enforced sociopolitical or thorough. This study is a qualitative research with phenomenological approach to research and analysis that is descriptive. This research was conducted in two organizations Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) and the Tarbiyah Movement (Gerakan Tarbiyah). The first and second research subjects came from HTI, as Chairman and member. The third research subject is a member of the Tarbiyah Movement (Gerakan Tarbiyah).

The result of this study, social contact the first and second subject are primary social contacts and positive. In the third subject, tends to not bring up social contacts. In the communication aspect, the first subject has an intensive communication, while the second subject has limited communication. The third subject tend not bring communication. Social interaction of the first and second  research subjects are social interactions associative form of cooperation with a form of harmony or mutual assistance at the level as the chairman and members of the organization, the subject of one run norm marhalah tafa’ul ma’a al-ummah and marhalah at-tasqif, and the second  research subjects runs norm marhalah at-tasqif. On the The third research subject, the social interaction is dissociative with a form of social interaction at the level of contravention,  that as members of the Tarbiyah Movement (Gerakan Tarbiyah) runs norm islah an-nafs.

The suggestions from this study, for Malang government if it were to make activities that can embed the relationship between religious groups and religious groups outside the community. Malang government as facilitator for the implementation of these activities. The activities such as fasting together, religious discussion, the discussion state, and clean village. Then advice to other researchers in order to develop social interaction adrift research on members of other Islamic fundamental organizations.