Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Gaya Beragama pada Mahasiswa Universitas Negeri Malang yang Beragama Islam dan Beragama Kristen Protestan

Azizah Fajar Islam

Abstrak


ABSTRAK

 

Islam, Azizah Fajar, 2015. Perbedaan Gaya Beragama pada Mahasiswa Universitas Negeri Malang yang Beragama Islam dan Beragama Kristen Protestan. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Tutut Chusniyah, M.Si. (2) Gamma Rahmita U.H, M.Psi.

 

Kata kunci : gaya beragama, Islam, Kristen

 

Lingkungan memiliki peran penting dalam membentuk sebuah sikap. Pada lingkungan konflik, individu dan kelompok cenderung memiliki sikap yang intoleran dan cenderung ekslusif. Pengalaman yang dimiliki atas peristiwa-peristiwa yang dialami memunculkan sebuah perpektif. Perspektif ini akan mempengaruhi sikap orang terhadap sesuatu sehingga membuat pola. Dalam sikap keberagamaan terdapat tiga gaya beragama yang terdiri dari TTT (teaching, truth of the text), FTR (fairness, tolerance, rational), Xenos (Xenoshophia).

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dengan menggunakan penelitian deskriptif komparatif. Seratus orang mahasiswa Universitas Negeri Malang menjadi subjek dalam penelitian ini. Lima puluh merupakan kelompok mahasiswa yang beragama Islam dan lima puluh yang lain adalah mahasiswa yang beragama Kristen Protestan. gaya beragama diukur dengan menggunakan instrumen yang dikembangkan dari Religious Schema Scale (RSS) (reliabilitas = 0,683). Penelitian ini menujukkan bahwa 60% kelompok mahasiswa beragama Islam memiliki gaya TTT, 58% memiliki gaya FTR dan 52% memiliki gaya Xenos. Pada kelompok mahasiswa beragama Kristen Protestan 56% memiliki gaya beragama TTT yang tinggi, 70% memiliki gaya beragama FTR yang rendah dan 54% memiliki gaya beragama Xenosyang tinggi.Dalam Uji komparatif, uji homogenitas tidak terpenuhi sehingga uji hipotesis menggunakan analisis statistika nonparametrik dan hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan gaya beragama yang dimiliki oleh kelompok responden mahasiswa yang beragama Islam dan beragama Kristen Protestan di Universitas Negeri Malang.

Kerukunan yang telah terbangun perlu dijaga sehingga tidak menimbulkan sebuah konflik yang akan berakibat pada munculnya rasa intoleransi dan eksklusifitas pada diri individu dan kelompok. Terbangunnya sikap toleransi menjadi modal dalam menghargai dan hidup sejahtera secara berdampingan dengan berbagai perbedaan. Sehingga peran penting tidak hanya pada penganut beragama saja, tetapi juga pada para pemangku kebijakan untuk dapat membuat kebijakan yang dapat memilihara kerukunan dan kesejahteraan.