Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan antara Dukungan Keluarga dan Resiliensi pada Ibu yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus

Rossy Jannathy Caesar

Abstrak


ABSTRAK

 

Caesar, Rossy Jannathy. 2015.  Hubungan  antara  Dukungan Keluarga dan Resiliensi pada Ibu yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan  Psikologi,  Universitas  Negeri  Malang.  Pembimbing:  (I)  Dra. Sri Weni Utami, M. Si (II) Ninik Setiyowati, S. Psi, M. Psi.

 

Kata Kunci:  dukungan keluarga, resiliensi, ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus

 

Peran sebagai ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus diakui merupakan tantangan tersendiri. Tidak sedikit yang mengeluhkan bahwa merawat dan mengasuh anak berkebutuhan khusus membutuhkan tenaga dan perhatian yang ekstra karena tidak semudah saat melakukannya pada anak-anak normal. Menghadapi respon masyarakat bagi ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus bukanlah hal yang mudah. Masyarakat terkadang dapat bereaksi tidak sepantasnya atau bahkan kejam pada anak-anak yang berkebutuhan khusus.

Penelitian  ini  menggunakan  pendekatan  kuantitatif  dengan  rancangan deskriptif korelasional. Subjek penelitian berjumlah 34 ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusu. Lokasi penelitian di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Malang.  Pengambilan subjek menggunakan teknik  purposive sampling. Menggunakan instrumen penelitian skala dukungan keluarga dengan menggunakan rumus koefisien Alpha Cronbach dengan reliabilitas 0,944 dan skala resiliensi dengan reliabilitas 0,960 dan uji validitas dengan teknik product moment dengan nilai signifikansi antara 0,000 – 0,049. Uji coba instrument penelitian dilakukan pada 30 subjek yang memiliki karakteristik serupa dengan subjek penelitian.

Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  61,76% subjek memiliki dukungan keluarga yang tinggi, 35,29% subjek memiliki dukungan keluarga sedang  dan  2,940% subjek yang  memiliki  dukungan keluarga rendah. Sebanyak 67,65% subjek yang  memiliki kemampuan resiliensi tinggi, 32,35% subjek memiliki kemampuan resiliensi sedang dan  tidak ada subjek yang  memiliki  kemampuan resiliensi rendah. Terdapat  hubungan  positif  signifikan antara dukungan keluarga dan resiliensi dengan angka korelasi 0,564, yang berarti semakin tinggi dukungan keluarga maka akan semakin tinggi pula resiliensi pada ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus.

 

Disarankan agar ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus tetap mempertahankan aktifitas dan melakukan kontak atau hubungan sosial dengan orang lain, sehingga ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus selalu memiliki dukungan sosial dari orang lain. Selain itu mengingat dukungan keluarga berhubungan dengan kemampuan resiliensi pada ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus, diharapkan kepada pihak keluarga ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus untuk tetap mendampingi ibu dalam mencari jalan keluar tentang permasalahan yang sering dihadapi ibu terutama dalam menghadapi anak berkebutuhan khusus. Bagi peneliti selanjutnya, sebaiknya menunjang penelitian dengan karakteristik subjek yang berbeda dan dengan metode penelitian yang berbeda.