Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

CINTA MENURUT PEREMPUAN PENGHAFAL AL-QUR’AN (HAFIZHAH)

Asri Diana Kamilin

Abstrak


ABSTRAK

 

Kamilin, Asri Diana. 2010. Cinta menurut Perempuan Penghafal al-Qur’an (Hafizhah). Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dr. Fattah Hanurawan, M.Si. M.Ed., (II) Ike Dwiastuti, S.Psi., M.Psi.

 

Kata Kunci: cinta, perempuan, penghafal al-Qur’an

 

Cinta adalah sebuah reaksi emosi atau perasaan, seperti halnya marah, cemas, benci, dan bahagia, yang diarahkan pada suatu objek cinta (Hanurawan, 2007). Cinta dipengaruhi oleh kisah cinta (Sternberg, 2013) serta musik dan lirik lagu (Gueguen, dkk., 2010). Salah satu jenis alunan nada dan lirik yang dipercaya berpengaruh bagi jiwa dan tingkah laku individu ialah bacaan al-Qur’an, kitab suci umat Islam. Kitab Al-Qur’an merupakan teks yang paling banyak dipelajari, dihafal dan digunakan sebagai ritual (Rassmussen, 2007). Kitab al-Qur’an dibaca dan didengarkan terus-menerus oleh individu yang hafal al-Qur’an. Tata caraperilakupenghafal al-Qur’an dibimbing oleh pemahaman terhadap apa yang telah dipelajari dan dikuasainya dari al-Qur’an (Chairani & Subandi, 2010). Dalam hal ini, perempuan berbeda dengan laki-laki yang memungkinkan perbedaan berpikir, bertindak, dan merasakan sesuatu  (Friedman & Schustack, 2006).

Tujuan penelitian ini ialah untuk menemukan makna cinta menurut perempuan penghafal al-Qur’an (hafizhah), dan menggali ekspresi cinta dari perempuan penghafal al-Qur’an (hafizhah).

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif fenomenologis. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara, observasi, catatan lapangan, dokumen penunjang lainnya, Skala Segitiga Cinta Sternberg (Sternberg’s Triangular Love Scale) danSkala Cinta Bergairah (Passionate Love Scale).

Berdasarkan analisis yang dilakukan, diperoleh simpulan sebagai berikut: Makna cinta bagi perempuan penghafal al-Qur’an ialahperasaan yang dilandasi kesetiaan atau komitmen antara individu terhadap objek cinta transendental dan nontransenendental.Simpulan lain terkait makna cinta, yaitu:a) Asal mula makna cinta memiliki dua konsep, yaitu cinta sebagai fitrah (bawaan) yang sudah tertulis di lauhul mahfuzh sehingga tidak bisa diubah dan cinta yang bisa dipelajari, sehingga seorang bisa jadi terlahir tidak dengan cinta kepada orang yang dicintainya saat ini.b)Faktor yang mempengaruhi makna cinta yaknisecara internal berupakeunikan individu dan pemahaman terhadap al-Qur’an,serta eksternal yaitu lingkungan (saudara, teman, dll.) dan lagu-lagu.c)Makna cinta berpengaruh pada keputusan melanjutkan pernikahan dan menentukan tingkat urutan pihak yang dicinta.

 

Ekspresi cinta bagi perempuan penghafal al-Qur’an dapat diuraikan melalui beberapa topik, yakni: a) Ekspresi fisik, menunjukkan respon fisik atau tidak b) Ekspresi emosi cinta, melalui penyampaikan perasaan cinta, tidak menyukai perhatian berlebihan, banyak mengalami pengalaman menyenangkan dan adanya keseriusan dalam cinta.c) Ekspresi pengalihan cinta, yakni dengan  mengaji untuk menghilangkan rindu, tidak merespon lelaki diluar orang yang dicintai, keluar bersama dengan orang yang dicintai dan menjadikan hafalan al-Qur’an yang dimiliki sebagai pembatas hubungan yang dibangun.