Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Postpartum Depression pada Ibu yang Baru Pertama Kali Melahirkan (Primipara) dan Ibu yang Sudah Pernah Melahirkan Sebelumnya (Multipara)

Indi Ayu Maretia

Abstrak


ABSTRAK

 

Maretia, Indi Ayu. 2015. Perbedaan Postpartum Depression (PPD) pada Ibu yang Baru Pertama Kali Melahirkan (Primipara) dan Ibu yang Sudah Pernah Melahirkan Sebelumnya (Multipara) di Jombang)–Studi di RSUD Jombang dan Griya Bidan Ny. Farochah Jombang, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Tutut Chusniyah, M.Si, (2) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi., M.Psi.

 

Kata Kunci: postpartum depression, primipara, multipara

 

Postpartum Depression (PPD) adalah suatu depresi yang kebanyakan terjadi pada wanita setelah melahirkan dengan munculnya gangguan emosi yakni mudah marah, mudah cemas, mudah frustasi, mudah putus asa yang hal tersebut terjadi selama berminggu-minggu bahkan bulan dan muncul rata-rata satu minggu setelah melahirkan, dan depresi ini dapat diukur dengan menggunakan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan PPD ibu primipara dan ibu multipara.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif komparatif, dimana peneliti mendeskripsikan dan membandingkan dua kelompok sampel.  Teknik sampling yang digunakan adalah purpossive sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan Skala Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Teknik analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif untuk mendeskripsikan tingkat PPD pada ibu primipara dan ibu multipara dan independent sample t-test sebagai teknik uji hipotesis.

Penelitian dilakukan pada 58 ibu postpartum di RSUD Jombang dan Griya Bidan Ny.Farochah Jombang, ibu primipara 29 orang (50%) dan 29 orang ibu multipara  (50%). Dalam penelitian ini ditemukan bahwa: (1) Dari 29 orang ibu primipara ada sebanyak 20 orang (69%) yang mengalami PPD, dan sebanyak 11 orang (37,9%)  dari 29 orang ibu multipara  mengalami PPD. (2) Signifikansi dari uji hipotesis menunjukkan angka 0,011 yang berarti kurang  dari 0,05. Berdasarkan penemuan tersebut dapat disimpulkan bahwa lebih banyak ibu primipara yang mengalami PPD daripada ibu multipara, dan terdapat perbedaan  PPD pada ibu primipara dan ibu multipara.

 

Berdasarkan hal tersebut disarankan kepada ibu primipara agar lebih maksimal dalam mempersiapkan kelahiran. Bagi ibu multipara agar lebih memperkaya wawasan berkenaan dengan seluk beluk pasca-salin. Untuk penelitian selanjutnya dapat mengembangkan penelitian yang lebih luas dan mendalam pada kajian PPD dengan aspek penelitian yang lebih beragam.