Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

POLA INTERAKSI SOSIAL PADA ODHA HOMOSEKSUAL DI KOTA MALANG

Rahmat Khafid Al Farizi

Abstrak


ABSTRAK

 

Al Farizi, Rahmat Khafid. 2015. Pola Interaksi Sosial Pada ODHA Homoseksual di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Diyah Sulistiyorini, S.Psi, M.Psi, (II) Ike Dwiastuti, S.Psi, M.Psi.

 

Kata Kunci: Interaksionisme Simbolik, orang dengan HIV AIDS, homoseksual.

 

Interaksionisme Simbolik adalah pemaknaan hubungan antara individu dengan individu lain dengan menggunakan simbol. Simbol-simbol ini biasanya dimaknai dari makna-makna yang telah diciptakan dan saling dimengerti antara individu itu sendiri. Dalam penelitian ini fokus penelitiannya yang dimaksud adalah meliputi cara pandang ODHA Homoseksual terhadap masyarakat sekitar terkait interaksi sosial yang mereka alami. Bagaimana adaptasi ODHA Homoseksual yang aktif maupun pasif dalam melakukan interaksi dengan masyarakat.Proses penerimaaan masyarakat sekitar terhadap ODHA Homoseksual. Hal tersebut dapat dilihat dari bagaimana ODHA Homoseksual menunjukkan interaksinya kepada sesamanya serta kepada masyarakat umum khususnya interaksi secara simbolik.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Fenomenologi Dimana banyak fenomena eksistensi ODHA khususnya Homoseksual belakangan ini. seperti pada munculnya film Coklat Stroberi, Arisan, Pesan dari Surga. Yang pada dasarnya komunitas-komunitas homoseksual ingin menunjukkan eksistensinya dan ingin mendapat hak yang serupa, khususnya pada ODHA Homoseksual. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan metode pengumpulan data yaitu wawancara, observasi kepada subjek dan untuk keabsahan datanya peneliti menggunakan triangulasi. Dimana peneliti membandingkan data yang diperoleh dari subjek dengan data yang diperoleh dari significant others apakah sudah sesuai atau belum. Subjek yang bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini berjumlah 4 orang, semuanya berstatus HIV AIDS positif di Malang dan significant other juga 4 orang, yang masing - masing dipilih oleh peneliti.

Penelitian ini mengungkapkan bahwa dilema psikologis yang dialami oleh ODHA Homoseksual paling jelas adalah perasaan tidak aman karena takut jika orang lain mengetahui kondisi mereka sebagai Homoseksual sekaligus HIV AIDS positif dan tidak bisa menerima kondisi tersebut. Keluarga pun ditakutkan menolak kehadiran mereka karena penyimpangan hal ini. mengenai pengakuan status positif HIV, ODHA Homoseksual dibagi menjadi dua yakni ODHA Homoseksual komunitas dan non komunitas. ODHA Homoseksual komunitas lebih cenderung terbuka terkait statusnya, karena didalam komunitas terdapat struktur orang-orang yang harus tau identitas ODHA Homoseksual komunitas secara menyeluruh. Sedangkan untuk ODHA Homoseksual non komunitas hanya dirinya sendiri dan orang-orang yang dipercaya serta kalangan medis saja yang mengetahui tentang statusnya sebagai HIV AIDS positif. Interaksionisme simbolik yang muncul lebih kepada bagaimana subjek memaknai makna-makna yang telah ada dan mengartikannya sehingga terbentuk komunikasi non verbal yang dapat menghubungkan sesama Homoseksual khususnya ODHA. Sedangkan ketika berkumpul dengan masyarakat umum, ODHA Homoseksual cenderung menutup dirinya. Peran keluarga dan orang terdekat sangat penting untuk pembentukan identitas diri.

 

Saran untuk ODHA Homoseksual adalah semakin terbuka dengan identitas dan statusnya sebagai Homoseksual maupun sebagai Orang Dengan HIV AIDS. Terlebih lagi untuk ODHA Homoseksual non komunitas terkait penanganan dampak dan penyebaran HIV/AIDS sehingga pengawasannya lebih mudah. Karena pada dasarnya pada masa sekarang ini masyarakat khususnya yang telah teredukasi bagaimana penyebab, penularan, serta penanggulangan HIV/AIDS menerima kehadiran ODHA maupun kaum homoseksual di sekitar mereka. Hanya saja perlu sosialisasi dan edukasi yang lebih dari pemerintah dalam hal ini dinas sosial, rumah sakit ataupun puskesmas pendamping kepada masyarakat khususnya ODHA Homoseksual itu sendiri.