Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KEBAHAGIAAN PADA BIARAWAN KONTEMPLATIF ORDO KARMEL MALANG

Daniel Christian

Abstrak


ABSTRAK

 

Christian, Daniel. 2015. Kebahagiaan pada Biarawan Kontemplatif Ordo Karmel Malang. Skripsi Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I): Dra. Hj. Sri Weni Utami, M.Si, (II) Ike Dwiastuti, S.Psi, M.Psi.

 

Kata Kunci: kebahagiaan, biarawan, Ordo Karmel.

 

Kata kebahagiaan merupakan konsep yang mengacu pada emosi positif yang dirasakan individu (Seligman, 2005). Menurut Jalaluddin (2004) menyatakan bahwa kebahagiaan adalah perasaan menyenangkan meliputi penilaian seseorang tentang hidupnya. Dalam hal ini, perasaan kita sebut sebagai unsur afektif dan penilaian merupakan unsur kognitif. Meski demikian, ada kelompok individu yang justru hidup dengan menolak aspek-aspek kebahagiaan, mereka lebih memilih hidup sebagai biarawan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebahagiaan pada biarawan Ordo Karmel yang menghidupi tiga janji suci. Penelitian ini menggunakanmetode kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Alat pengumpul data dalam penelitian ini menggunakan wawancara. Teknik analisis data menggunakan tematik dan teknik validasi triangulasi. Subyek dalam penelitian ini adalah tiga orang biarawan Ordo Karmel yang didapatkan dengan menggunakan metode snowball sampling.

Penelitian ini menghasilkan data bahwa ketiga subyek merasakan kebahagiaan. Dua subyek merasakan kebahagiaan karena merasa dekat dengan Tuhan ketika menjalani hidup sebagai biarawan dan satu subyek merasakan kebahagiaan karena dapat setia menjadi biarawan.Ketiga subyek memaknai hidup membiara sebagai sarana untuk mendekatkan diri pada Tuhan melalui hidup doa dan pertobatan.

 

Berdasarkan hasil yang telah diperoleh, maka ada beberapa saran yang berhubungan dengan Kebahagiaan Pada Biarawan Kontemplatif Ordo Karmel Malang, bagi ketiga biarawan disarankan agar selalu menjaga afek-afek positif yang dialamai dengan mengarahkan afek-afek negatif pada kegiatan-kegiatan yang mendukung panggilan seperti menulis buku renungan pribadi, sehingga tujuan-tujuan hidup dapat dicapai sesuai harapan. Bagi Ordo Karmel disarankan untuk memperhatikan kebutuhan-kebutuhan para biarawan contohnya seperti kebutuhan komputer untuk mengerjakan tugas-tugas perkuliahan, namun tetap menekankan pada kaul kemiskinan dengan membatasi penggunaan komputer hanya untuk menyelesaikan tugas kuliah. Bagi orang tua sebaiknya mendukung keinginan ketiga subyek untuk menjadi biarawan dengan mengajarkan hidup sederhana dan hidup doa yang baik. Bagi peneliti selanjutnya agar dapat lebih mendalami kondisi kehidupan di dalam biara. Perlu adanya pendekatan yang lebih lama agar biarawan sebagai partisipan menerima kehadiran peneliti dengan baik.