Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

hubungan dukungan sosiual dan motivasi kerja dengan burnout pada perawat rumah sakit ra. basoeni mojokerto

Cita Widiyani Suparman

Abstrak


ABSTRAK

 

Suparman, Cita Widiyani. 2015. Hubungan Dukungan Sosial Dan Motivasi Kerja Dengan Burnout Pada Perawat Rumah Sakit RA.Basoeni Mojokerto. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Moh. Irtadji, M.Si (II) Gamma Rahmita Ureka Hakim, S.Psi, M.Psi

 

Kata kunci : dukungan sosial, motivasi kerja, burnout.

 

Burnout merupakan sindrom kelelahan emosional, depersonalisasi, dan berkurangnya penghargaan terhadap diri sendiri, yang secara spesifik dihubungkan dengan stres yang kronis dari hari ke hari dan ditandai dengan kelelahan fisik, emosional, dan mental, hal tersebut sering dijumpai pada orang yang terlibat pada situasi atau pekerjaan yang menuntut keterlibatan emosional. Banyak variabel yang mempengaruhi terjadinya burnout, yang termasuk diantaranya adalah rendahnya dukungan sosial serta menurunnya motivasi kerja.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan motivasi kerja dengan burnout pada perawat rumah sakit RA.Basoeni Mojokerto. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Pemilihan subjek penelitian menggunakan teknik proportionate random sampling. Subjek penelitian berjumlah 100 orang perawat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala dukungan sosial, skala motivasi kerja, dan skala burnout. Analisis deskriptif data dengan menggunakan skor-T yang dikategorikan dalam tinggi dan rendah, kemudian untuk uji hipotesis menggunakan analisis korelasi product moment pearson dan korelasi berganda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat 61% memiliki dukungan sosial dalam kategori rendah dan 39% perawat dalam kategori tinggi. Sebagian besar perawat 60% memiliki motivasi kerja dalam kategori rendah dan 40% perawat dalam kategori tinggi. Jumlah perawat yang mengalami burnout dalam kategori tinggi sebanyak 61% sedangkan 39% perawat mengalami burnout dalam kategori yang rendah.Terdapat hubungan negatif signifikan sebesar -0,649  antara dukungan sosial dengan burnout pada perawat rumah sakit RA.Basoeni Mojokerto. Terdapat hubungan negatif signifikan sebesar -0,539 antara motivasi kerja dengan burnout pada perawat rumah sakit RA.Basoeni Mojokerto. Terdapat hubungan positif sebesar 0,862  antara dukungan sosial dan motivasi kerja dengan burnout pada perawat rumah sakit RA.Basoeni Mojokerto.

 

Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa cukup banyak perawat rumah sakit RA.Basoeni Mojokerto yang memiliki dukungan sosial dan motivasi kerja dalam kategori rendah namun ada cukup banyak perawat yang mengalami burnout dalam kategori tinggi. Ada hubungan negatif antara dukungan sosial dengan burnout serta motivasi kerja dengan burnout pada perawat rumah sakit RA.Basoeni Mojokerto. Ada hubungan positif antara dukungan sosial dan motivasi kerja dengan burnout pada perawat rumah sakit RA.Basoeni Mojokerto