Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

AKTUALISASI DIRI PEREMPUAN DALAM BUDAYA ARAB

Hanifah Tsabati

Abstrak


ABSTRAK

 

Tsabati, Hanifah. 2015. Aktualisasi Diri Perempuan dalam Budaya Arab. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Diyah Sulistiyorini, S.Psi, M.Psi, (II) Gamma Rahmita Ureka Hakim, S.Psi, M.Psi.

 

Kata Kunci: Budaya Arab, Perempuan etnis Arab, Aktualisasi Diri

 

Salah satu etnis yang terdapat di Indonesia adalah golongan etnis Arab. Sedikit banyak budaya Arab mengadopsi ajaran-ajaran agama Islam dalam menerapkan nilai-nilai di dalamnya. Tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan untuk mendapatkan kehidupan yang sama baiknya sesuai dengan pekerjaannya masing-masing. Fakta saat ini mengatakan bahwa perempuan juga berkiprah untuk memaksimalkan potensi diri serta mengaktualisasikan diri sesuai dengan peran yang dijalankan tiap masing-masing perempuan itu sendiri.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui aktualisasi diri perempuan yang telah bercerai dalam budaya Arab khususnya budaya Arab Syeikh.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi sumber. Proses analisis data menggunakan prosedur umum analisis tematik.

Berdasarkan hasil analisis tersebut, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, perempuan etnis Arab golongan Syeikh tidak membatasi diri untuk mengaktualisasikan diri, baik ketika mereka berperan menjadi seorang istri dan ibu. Peristiwa perceraian dianggap sebagai pengalaman yang harus dihadapi, serta tidak menghentikan keinginan mereka untuk meningkatkan potensi dalam diri.

Kedua, aktualisasi diri perempuan etnis Arab golongan Syeikh mengarah pada rentangan tingkah laku dengan motivasi psikologis untuk menjadi diri sendiri dan memperkuat identitas diri dalam komunitas Arab Syeikh. Selain itu, mereka aktif berperan untuk menjadi bermanfaat, menyadari banyak kekurangan dalam diri, serta adanya tantangan dalam hidup untuk memenuhi keinginan dari anak-anak mereka.

 

Ketiga, sejak awal pernikahan hingga proses membangun rumah tangga, perempuan etnis Arab golongan Syeikh telah menjalankan peran ganda yaitu menjadi ibu untuk anak-anak serta ikut memenuhi kebutuhan rumah-tangga.