Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Kecemasan dengan Penyesuaian Diri Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Malang

Fiolina Hana Puspitasari

Abstrak


ABSTRAK

 

Puspitasari, Fiolina H. Hubungan Kecemasan dengan Penyesuaian Diri Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi,   Fakultas   Pendidikan   Psikologi,   Universitas   Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Tutut Chusniyah, M.Si, (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi, M.Si.

Kata kunci: kecemasan dan penyesuaian diri.

Kecemasan  adalah  kekhawatiran  yang  tidak  jelas  sebabnya,  tanpa  ada objek yang spesifik, dialami secara subjektif dipacu oleh keidaktahuan yang didahului oleh pengalaman baru, dan dikomunikasikan dalam hubungan interpersonal.  Kecemasan  mempengaruhi  penyesuaian  diri.  Penyesuaian  diri adalah merupakan proses mental dan tingkah laku dimana individu menguasai dan mengatasi  dengan  baik  segala  tuntutan  baik  dai  dalam  diri  maupun  dari lingkungan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan analisis korelasi. Penelitian dilakukan di  Lapas Klas 1  Malang dengan sampel sebanyak 98 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah insidental sampling dengan karakteristik sampel yaitu warga binaan yang baru menghuni Lapas Klas 1 Malang dengan rentang waktu 1 hari sampai 3 bulan. Pengumpulan data menggunakan skala Beck Anxiety Inventory (BAI) dan skala penyesuaian diri menurut teori  Schneiders. Analisis data menggunakan teknik analisis  korelasional  yang digunakan  untuk  mengetahui  apakah  ada hubungan antara kecemasan dengan penyesuaian diri,

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang negatif antara kecemasan dengan penyesuaian diri, dengan koefisien korelasi  sebesar – 0,560. Sehingga dapat disimpulkan bahwa bila kecemasan warga binaan tinggi, maka penyesuaian dirinya rendah dan sebaliknya bila kecemasan warga binaan rendah maka penyesuaian dirinya tinggi.

Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan pengembangan skala yang lebih baik lagi pada skala kecemasan maupun skala penyesuaian diri. Serta diadakan penelitian kembali dengan memperluas populasi dan jumlah sampel agar didapatkan generalisasi yang luas serta pengukuran yang lebih akurat dan reliabel, dan diharapkan pada penelitian selanjutnya dapat ditambahkan variabel lain yang sesuai.