Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan antara Aktivitas Fisik (Physical Behavior) dan Dukungan Sosial dengan Subjective Well-being Purnawirawan PEPABRI Lawang

Handayani .

Abstrak


ABSTRAK

 

Handayani. 2015. Hubungan antara Aktivitas Fisik (Physical Behavior) dan Dukungan Sosial dengan Subjective Well-being PurnawirawanPEPABRI Lawang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Moh. Irtadji, M.Si, (II) Farah Farida Tantiani, S.Psi, M.Psi.

 

Kata kunci : aktivitas fisik, dukungan sosial, subjective well-being purnawirawanPEPABRI.

 

Penelitian ini dilaksanakan bermula dari adanya fenomena beberapa purnawirawan yang memiliki perilaku maladaptif yang mengganggu masyarakat dan menurunkan kinerja organisasi PEPABRI. Purnawirawanseharusnya memilikisubjective well-beingsehingga tidak menimbulkan perilaku tersebut. Pentingnya subjective well-being bagi lansia adalah menghindarkan dari gangguan kesehatan fisik dan mental, seperti stres, kecemasan, dan depresi. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara physical behavior, dukungan sosial, dengan subjective well-being pada purnawirawanPEPABRI Lawang.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional. Populasi berjumlah 314 purnawirawan dengan jumlah sampel 79 purnawirawan.  Teknik sampling yang digunakan yaitu simple random sampling. Menggunakan tiga instrumen penelitian yakni kuisioner aktivitas fisik, skala dukungan sosial, dan skala subjective well-being.Instrumen penelitian kuisioner aktivitas fisik dengan reliabilitas 0,876, skala dukungan sosial dengan reliabilitas 0,770, dan skala subjective well-beingdengan reliabilitas 0,623. Analisis data menggunakan teknik analisis korelasi Spearman Brown  untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dan subjective well-being dengan dukungan sosial dan subjective well-being. Sedangkan untuk hubungan antara aktivitas fisik, dukungan sosial, dan subjective well-being menggunakan teknik korelasi ganda.

Penelitian menunjukkan rendahnya aktivitas fisik, tingginya dukungan sosial dan subjective well-being purnawirawan. Hasilnya menunjukkan ada hubungan positif dan signifikan antara variabel aktivitas fisik (X1) dan subjective well-being (Y) dengan angka korelasi 0,377. Ada hubungan positif signifikan antara variabel dukungan sosial (X2) dengan subjective well-being (Y) dengan korelasi sebesar 0,283. Ada hubungan positif signifikan antara aktivitas fisik, dukungan sosial, dan subjective well-being dengan korelasi sebesar 0,428.

Rendahnya aktivitas fisik diakibatkan oleh pengetahuan akan kesehatan dan usia yang berkisar antara 70-80 tahun sehingga memungkinkan untuk menderita gangguan secara fisik. Kebanyakan aktivitas fisik yang dilakukan bertujuan untuk mempertahankan kesehatan tubuh. Tingginya dukungan sosial dipengaruhi oleh keintiman yang terjadi antara keluarga dengan purnawirawan. Dukungan sosial tinggi nampak berasal dari keluarga dan rekan sebaya. Subjective well-being yang tinggi ditunjukkan dari kepuasan hidup terkait keyakinan positif dalam menjalani hidupnya saat ini. Meningkatkan ketiganya dapat dilakukan dengan menjaga pola hidup sehat bagi purnawirawan itu sendiri meningkatkan dukungan dari pihak keluarga, dan memfasilitasi purnawirawan agar tetap sehat dari pihak PEPABRI.