Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

kesepian perempuan lajang pada dewasa awal

Amelia Fakhrun Nisa'

Abstrak


ABSTRAK

 

Nisa', Amelia Fakhrun. 2011. Kesepian Perempuan Lajang Pada Dewasa Awal. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat, S. Psi., M. Si., (II) Drs. H. Mohammad Bisri, M. Si.

 

Kata Kunci: Kesepian, perempuan dewasa awal , lajang

 

Kesepian Perempuan Lajang Pada Dewasa Awal. Kesepian adalah perasaan kehilangan dan ketidakpuasan yang dihasilkan oleh ketidaksesuaian antara jenis hubungan sosial yang yang kita inginkan dan jenis hubungan sosial yang kita miliki (Perlman & Peplau, 1981; dalam Brehm, 1992).  Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana kesepian yang dialami perempuan lajang ada dewasa awal yang mencangkup diantaranya adalah jenis-jenis perasaan kesepian, bentuk kesepian, penyebab kesepian dan reaksi kesepian. Jenis penelitian yang diambil adlah kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi pada tiga perempuan dewasa awal lajang yang kesepian. Pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur, kuisioner terbuka, partisipan sebagai observer. Teknik analisis data dilakukan teknik data fenomenologis. Sedangkan pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data dan member check (Sugiyono, 2011).Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui kesepian perempuan lajang pada dewasa awal.

Berdasarkan analisis yang dilakukan, diperoleh simpulan sebagai berikut: a) Jenis perasaan kesepian bagi perempuan lajang ialah merasakan sendiri dan harapan yang belum terpenuhi atau terwujudkan b) jenis -jenis perasaan kesepian berdasarkan Brehm, yang sudah ada juga muncul pada setiap partisipan, tetapi berbeda-beda. c) Bentuk kesepian yang mana ketiga pertisipan termasuk dalam kategori kesepian emosional. d) Penyebab kesepian lebih kepada menjalin hubungan dengan orang lain atau seseorang, lingkungan atau situasi dan bagaimana membangun hubungan yang diharapkan. e) Reaksi yang muncul berupa sikap negatif dan positif, yang mana semua menurut dari paparan partisipan. Kemudian membentuk model reaksi berupa mengalihkan, menghindar dan menanggapi  reaksi tersebut.

Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah : (1) Bagi Subjek yang telah mampu mencegah terjadinya perasaan tidak menyenangkan atau tidak nyaman  akibat kesepian dapat menjaga hubungan interpersonal yang sudah terjalin, (2) Bagi orang terdekat diharapkan keterlibatan dalam memberikan kontribusi dalam komunikasi ataupun aktivitas, karena ditemukan bahwa kesepian lebih dominan karena hubungan yang intim (3) Bagi masyarakat sekitar hendaknya selalu memberi dukungan sosial pada perempuan yang belum menikah (4) Peneliti diharapkan menggali lebih dalam mengenai kesepian yang dirasakan perempuan lajang pada dewasa awal.