Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Antara Kecerdasan Emosi dan Pola Asuh dengan Agresi Verbal Remaja Awal Pengguna Media Sosial Facebook Siswa SMP Laboratorium UM Kota Malang

Indira Listiarani

Abstrak


ABSTRAK

 

Listiarani, Indira. 2015. Hubungan antara Kecerdasan Emosi dan Pola Asuh dengan Agresi Verbal Remaja Awal Pengguna Media Sosial Facebook siswa SMP Laboratorium UM Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moh. Irtadji, M.Si, (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi, M.Si.

Kata kunci : Kecerdasan emosi, pola asuh, agresi verbal.

 

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan (1) kecerdasan emosi, (2) pola asuh, (3) agresi verbal (4) mengetahui hubungan kecerdasan emosi dengan agresi verbal (5) mengetahui hubungan pola asuh dengan agresi verbal. Populasi berasal dari 571 siswa dengan jumlah subjek atau sampel penelitian adalah siswa SMP Laboratorium UM dengan jumlah responden 143 siswa. Teknik sampling yang digunakan yaitu Purposive incidental sampling. Pengumpulan data menggunakan skala kecerdasan emosi dengan reliabilitas 0.719, kuesioner pola asuh dengan reliabilitas 0.686, dan skala agresi verbal dengan reliabilitas 0.801. Analisis data menggunakan teknik analisis korelasi Product Moment Pearson untuk menganalisis hubungan antara kecerdasan emosi dengan agresi verbal dan Kendall’s tau-b untuk menganalisis pola asuh dengan agresi verbal.

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) kecerdasan emosi siswa sebagian besar rendah, (2) pola asuh yang diterima sebagian besar siswa adalah otoritatif, (3) agresi verbal yang sebagian besar siswa rendah, (4) ada hubungan negatif  dan signifikan antara variabel kecerdasan emosi (X1) dan agresi verbal (Y) dengan angka korelasi -0.350 dan signifikansi 0.000, (5) Tidak ada hubungan antara variabel pola asuh (X2) dan agresi verbal (Y) dengan nilai korelasi -0.009 dan signifikansi 0.876.

Siswa dapat memanfaatkan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah untuk membantu berinteraksi dengan teman sebaya karena interaksi dengan teman dengan kegiatan positif dapat meningkatkan kecerdasan emosi. Dengan kecerdasan emosi yang baik siswa dapat mengatur emosi diri dan emosi orang lain serta dapat menciptakan interaksi sosial yang baik.