Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KEHARMONISAN KELUARGA PADA REMAJA YANG MENGALAMI KEHAMILAN PRA NIKAH (PREMARITAL PREGNANCY)

PRIMANDA NAYU ARDISTY

Abstrak


ABSTRAK

 

Ardisty, PrimandaNayu. 2015. Keharmonisan Keluarga Pada Remaja yang Mengalami Kehamilan PraNikah (Premarital Pregnancy). Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si. (II) Farah Farida Tantiani, S.Psi, M.Psi

 

Kata kunci: keharmonisankeluarga, remaja, premarital pregnancy.

Hubungan seks diluar nikah mengakibatkan kehamilan pra nikah (premarital pregnancy), berawal darikehamilan pra nikah (premarital pregnancy) beberapa remaja terpaksa melakukan pernikahan dini.Kebanyakan remaja yang melakukan pernikahan dini adalah remaja-remaja yang masih duduk di bangku sekolah dan diperguruan tinggi.Pernikahan yang dijalani dengan keterpaksan dan persiapan yang minim berdampak pada aspek psikologis dan sosial ekonomi. Dampak psikologis dari perkawinan remaja ialah ketidakstabilan emosi, perasaan malu. Perkawinan memerlukan kesiapan perkawinan menurut psikis, sosial, finansial, dan kematangan emosi yang akan sangat menentukan keharmonisan dalam suatu perkawinan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan upaya mempertahankan keharmonisan keluarga pada remaja yang mengalami kehamilan pra nikah (premarital pregnancy. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian Fenomenologi. Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan wawancara. Teknik analisis data menggunakan tematik. Subjek pada penelitian ini adalah enam remaja yang mengalami kejadian kehamilan pra nikah (premarital pregnancy).

Hasil dari penelitian ini menghasilkan data bahwa empat subjek memiliki rumahtangga yang harmonis dan dua subjek memiliki rumahtangga harmonis. Hal tersebut dapat dilihat dari empat subjek belum mencapai ciri cirri keharmonisan rumahtangga, dan dua subjek sudah mencapai ciri-ciri keharmonisan rumahtangga.

Bagi subjek dalam penelitian ini agar tetap menjalankan dan meningkatkan iman dan keagamaan, saling pengertian, tetap menjaga komunikasi yang baik dengan pasangan, menyempatkan waktu luang untuk keluarga, hidup disiplin, dan bertanggungjawab dengan keluarga. Bagi orangtua agar selalu mengawasi pergaulan anaknya. Bagi remaja lebih berhati-hati dalam pergaulan.