Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Konsep Diri Muslimah Berhijab Penyalahguna NAPZA

Mochammad Fajar Priadenata

Abstrak


ABSTRAK

 

Priadenata, Mochammad Fajar. 2015. Konsep Diri Muslimah Berhijab Penyalahguna NAPZA. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed., (II) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi., M.Psi

 

Kata Kunci : konsep diri, muslimah berhijab, penyalahguna NAPZA

 

Kasus penyalahgunaan NAPZA di Indonesia tidak memandang status, gender, ras, agama, maupun usia. Muslimah di Indonesia juga tidak lepas dari kasus penyalahgunaan NAPZA. Muslimah berhijab yang menyalahgunakan NAPZA cenderung memandang dirinya tidak baik. Konsep diri muslimah tersebut berpengaruh pada perilakunya dalam menyalahgunakan NAPZA. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep diri muslimah berhijab penyalahguna NAPZA dengan memahami perilaku beserta apa yang dipikirkan dan dirasakannya.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam ilmu psikologi dengan model studi kasus. Partisipan merupakan tiga orang WBP di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Wanita Malang. Ketiganya merupakan muslimah berhijab dengan kasus penyalahgunaan NAPZA. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara semi-terstruktur dan observasi tidak terstruktur. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data model interaktif dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan menggunakan validasi responden, triangulasi, dan memeriksa data secara berulang-ulang.

Penelitian ini mengungkapkan bahwa konsep diri muslimah berhijab penyalahguna NAPZA cenderung negatif. Partisipan penelitian merasa dirinya adalah seorang muslimah yang kurang baik karena telah menyalahgunakan NAPZA. Konsep diri negatif tersebut berasal dari latar belakang keluarga yang kurang harmonis dan berbagai pengalaman yang dialami partisipan. Tetapi setelah memasuki lembaga pemasyarakatan, konsep diri partisipan berubah menjadi lebih positif. Hal tersebut datang dari harapan dan pandangan positif partisipan akan kehidupan yang lebih baik bersama keluarga dan anak-anak mereka.

Saran yang diberikan kepada partisipan dalam penelitian ini adalah agar mereka bisa menerima keadaan dan menjadikan pengalaman masuk lembaga pemasyarakatan sebagai pembelajaran bagi partisipan untuk bisa mengontrol diri. Keluarga juga harus memberikan dukungan agar partisipan bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Masyarakat diharapkan bisa menjaga, mengawasi dan memberikan perhatian kepada keluarga dan orang-orang di sekitar mereka agar tidak sampai terjerumus pada masalah penyalahgunaan NAPZA.