Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

. hubungan antara hasil belajar mata pelajaran kewirausahaan, mata diklat produktif, dan motivasi berwirausaha dengan hasil belajar pada unit produksi program keahlian busana butik di sekolah menengah kejuruan se jawa timur

Marniati Marniati

Abstrak


ABSTRAK

 

Marniati.2014. hubungan antara hasil belajar mata pelajaran kewirausahaan, mata diklat produktif, dan motivasi berwirausaha  dengan hasil belajar pada unit produksi program keahlian busana butik di sekolah menengah kejuruan se jawa timur. Disertasi, Program Studi Pendidikan Kejuruan, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang Pembimbing: (I) Prof. Ahmad Sonhadji K.H.M.A., Ph.D., (II) Prof. Dr. H.Wahjoedi, M.E., (III) Dr. H. Syamsul Hadi, M.Ed, M.Pd

Kata kunci: hasil belaja, mata pelajaran kewirausahaan,  mata diklat produktif, motivasi berwirausaha, unit produksi, program keahlian busana butik, Sekolah Menengah Kejuruan.

Hasil belajar adalah pengukuran tingkat ketercapaian pembelajaran sesuai dengan tujuan pengajaran yang ingin dicapai.Terciptanya pembelajaran  pada unit produksi (UP)  sekolah yang efektif adalah salah satu visi yang diinginkan oleh setiap Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penyelenggaraan UP sekolah meru-pakan upaya mengoptimasikan sumber daya yang dimiliki SMK agar dapat me-ningkatkan nilai tambah yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang penyeleng-garaan pendidikan dan peningkatan kesejahteraan warga sekolah (Depdikbud, 2006). Diduga hasil belajar pada unit produksi sekolah lebih ditentukan oleh mata pelajaran kewirausahaan, motivasi berwirausaha, dan hasil belajar mata diklat produktif yang efektif.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang;  (1) variabel hasil belajar mata pelajaran kewirausahaan, hasil belajar mata diklat produktif, motivasi berwirausaha, dan hasil belajar pada unit produksi program keahlian Busana Butik siawa SMK, (2) hubungan struktur antar variable-variabel tersebut, dan (3) mene-mukan ada tidaknya hubungan antara masing-masing variabel, baik secara lang-sung maupun tidak langsung.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan ko-relasional, dalam mana hasil belajar mata pelajaran kewirausahaan, hasil belajar mata diklat produktif, dan motivasi berwirausaha sebagai variabel bebas dan hasil belajar pada unit produksi sekolah sebagai variabel terikat. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI pada 65 SMK negeri dan swasta yang terakreditasi A, B, dan C se Jawa Timur. Sampel penelitian berjumlah 340 siswa dari 18 SMK yang ditentukan dengan stratified random sampling.

Data dikumpulkan dengan kuesener yang diisi oleh siswa berdasarkan apa yang teramati (percieved) dan dialami. Hasil uji coba instrumen terhadap 30 siswa SMK menunjukkan bahwa keempat variabel memiliki realibilitas baik dengan ko-efisien Cronbach Alpha lebih besar dari 0,600. Penelitian ini menggunakan siswa SMK sebagai satuan analisis. Skor butir dan skor total yang menggunkan teknik korelasi Product moment dari Pearson dimana perhitungan formula dibantu de-ngan  menggunakan SPSS for Windows versi 17. Setelah harga (r)  diperoleh, un-tuk menentukan validitas setiap butir kuesener, digunakan tarap  signifikansi 0,05. Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah SEM (Struktural Equ-etion Modelling) dengan  software AMOS 20 (Analysis Moment of Sturctural).

Pengujian hipotesis menemukan bahwa: (1) terdapat hubungan yang signi-fikan antara hasil belajar mata pelajaran kewirausahaan dengan  motivasi berwira-usaha, (2) terdapat hubungan yang signifikan  antara hasil belajar mata diklat pro-duktif dengan  motivasi berwirausaha, (3) tidak terdapat hubungan langsung antara hasil belajar mata pelajaran kewirausahaan dengan  hasil belajar pada unit produksi sekolah, (4) terdapat hubungan yang signifikan  antara hasil belajar mata diklat produktif  dengan  hasil belajar pada Unit Produksi sekolah, (5)  terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berwirausaha dengan hasil belajar pada unit produksi sekolah, (6) terdapat hubungan tidak langsung antara hasil belajar mata  pelajaran kewirausahaan dengan  hasil belajar pada unit produksi sekolah melalui motivasi berwirausaha, (7) terdapat hubungan tidak langsung antara hasil belajar mata diklat produktif busana dengan hasil belajar pada unit produksi sekolah melalui motivasi berwirausaha.

Hasil analisis pada model struktural menerangkan bahwa motivasi ber-wirausahas yang kuat  ditunjukkan oleh adanya: (1) rasa tanggung jawab (res-posilbilties), dan (2) keinginan untuk maju (advencement) pada diri siswa sebagai pilar utama keberhasilan belajar pada unit produksi  sekolah. Peran gabungan dari keduanya berkontribusi besar untuk menjadikan siswa berkeinginan untuk mem-punyai motivasi berwirausaha yang tinggi. Hasil belajar mata pelajaran kewira-usahaan ditunjukkan oleh tiga hal utama yaitu: (1) pada diri siswa mempunyai orientasi yang tinggi pada tindakan, (2) siswa lebih berani dalam mengambil resiko, dan (3) siswa menjadi lebih kreatif. Sedangkan pada mata diklat produktif, siswa dalam menjalani mata diklat produktif busana lebih menguasai pada tiga  keterampilan utama yaitu: (1) membuat busana wanita, (2) membuat busana anak, dan (3) membuat busana pria.  Sedangkan hasil belajar pada unit produksi sekolah program keahlian Busana Butik se Jawa Timur ada dua indikator utama yaitu: (1) siswa mampu pratik dengan baik pada unit usaha atelier, dan (2) siswa mampu mempraktikkan dengan baik kegiatan pembelajaran pada unit usaha konveksi.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran ditujukan kepada: (1) SMK program keahlian Busana Butik, merancang dan menerapkan model pembelajaran kooperatif; (2) dinas pendidikan kota, meningkatkan pengawasan yang lebih ke-tat bagi SMK sebagai penyelenggara pendidikan terutama pada sisi ketersediaan sumberdaya guru yang sesuai kebutuhan; (3) perlu menyiapkan pendekatan dan media pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi siswa; (4) bagi kemen-trian pendidikan dan kebudayaan propinsi Jawa Timur, menjadikan pembelajaran kewirausahaan menjadi bagian dari mata diklat produktif.; dan (5) bagi kemen-trian pendidikan dan kebudayaan RI, segera di berlakukannya standar penyeleng-garaan unit produksi sekolah yang menjadi pendukung dan penguat pelaksanaan standar isi dan standar proses pembelajaran.khusus program keahlian Busana Butik  di SMK dapat dilakukan dengan mengembangkan dan atau lebih menguta-makan jenis usaha atelier dan usaha konveksi.