Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kecemasasn Mencari Pasangan Hidup Bagi Perempuan Bali yang akan Menjalani Pernikahan Nyentana.

Kadek Isma Melandari

Abstrak


ABSTRAK

 

Melandari, Kadek Isma. 2015. Kecemasasn Mencari Pasangan Hidup Bagi Perempuan Bali yang akan Menjalani Pernikahan Nyentana. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Ed., M.Si dan (II) Ike Dwiastuti, S.Psi., M.Psi

Kata Kunci : Kecemasan Mencari Pasangan, Perempuan Bali, Pernikahan Nyentana.

Kecemasan Mencari Pasangan Hidup Bagi Perempuan Bali yang akan Menjalani Pernikahan Nyentana. Anxietas/kecemasan (anxiety) adalah suatu keadaan aprehensi atau keadaan khawatir yang mengeluhkan bahwa sesuatu yang buruk akan segera terjadi (Nevid dkk., 2005). Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana kecemasan yang dialami perempuan yang akan menjalani pernikahan Nyentana dalam mencari pendamping hidup, mengetahui faktor yang menyebabkan munculnya kecemasan yang dirasakan perempuan Bali yang akan menjalani pernikahan Nyentana, serta coping yang dilakukan oleh perempuan Bali tersebut. Metode yang digunakan adalah Kualitatif. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah Etnografi. Pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur, kuisioner terbuka, dan partisipan sebagai observer (participant-as-observer). Teknik analisis yang digunakan yaitu teknik analisis data model Interaktif menurut Miles & Huberman. Sedangkan pengecekan keabsahan temuan menggunakan validasi responden. Penelitian dilakukan di Kabupaten Gianyar Bali dengan 4 orang perempuan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan yang dirasakan perempuan Bali yang akan menjalani pernikahan Nyentana disebabkan karena sulitnya mencari pasangan hidup yang bersedia untuk Nyentana dan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Adanya tekanan dari berbagai pihak juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi munculnya kecemasan. Kecemasan yang dirasakan mempengaruhi kondisi tubuh perempuan Bali tersebut, rasa mual, pusing, tidak nafsu makan, dan sulit untuk tidur kerap kali mereka rasakan. Coping kecemasan perempuan Bali tersebut dilakukan dengan berbagai cara seperti meminta dukungan sosial dari teman dekat, berjalan-jalan, dan ada pula yang memilih berdiam diri di kamar.

Penelitian ini diharapkan mampu memberikan masukan terhadap berbagai pihak yang terkait dalam peneltian ini seperti : (1) bagi para perempuan yang akan menjalani pernikahan Nyentana diharapkan untuk berbagi dan bertukar pikiran dengan orang tua sehingga dapat menemukan jalan keluar yang terbaik. (2) pihak orang tua diharapkan mampu menengahi kondisi yang sedang dihadapi anak melalui sharing sehingga anak tidak merasa terlalu dituntut. (3) masyarakat sekitar hendaknya tidak membuat rumor yang dapat menyebabkan tekanan bagi perempuan Bali yang akan menjalani pernikahan Nyentana, berikan informasi yang baik agar perempuan Bali tersebut dapat melalui pernikahan Nyentana ini. (4) Peneliti diharapakan dapat menggali informasi lebih dalam mengenai kecemasan yang dirasakan oleh perempuan Bali yang akan menjalani pernikahan Nyentana.