Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Cara Mengatasi Kesepian Pada Anak Tunggal Dewasa Awal

Laurensia Sofiana

Abstrak


ABSTRAK

 

Sofiana, Laurensia. 2015. Cara Mengatasi Kesepian Pada Anak Tunggal Dewasa Awal. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Dr. Sudjiono., S.Pd., M.Si, (2) Farah Farida Tantiani., S.Psi., M.Psi.

 

Kata Kunci : Mengatasi kesepian, anak tunggal, dewasa awal

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara mengatasi kesepian pada anak tunggal dewasala awal. Cara mengatasi kesepian yang dimaksud terdiri dari empat hal yaitu : mengenali dirinya sendiri, menaklukkan perasaan takut sendiriannya, memperbaiki komunikasi, dan memperbaiki ibadahnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi pada lima anak tunggal dewasa awal yang sedang menempuh masa akhir belajarnya di universitas. Alat pengumpul data berupa wawancara mendalam terkait kesepian dan cara mengatasi kesepian. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik yaitu : pemrosesan data, mengkategorikan data, dan penafsiran data. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber data.

Dari hasil analisis penelitian diperoleh (1) dari lima Subjek ada dua narasumber yaitu MK dan AM yang kesepian, karena hubungan dengan keluarga yang kurang komunikatif dan kurang hangat, sehingga cara mereka untuk mengatasi kesepian hanya mengandalkan pacar untuk menghabiskan waktu, (2) tiga narasumber lainnya yaitu ANS, SAP, dan CW dapat segera mencari cara, agar perasaan kesepian tersebut tidak sampai dirasakan terlalu lama yaitu berupa melakukan aktivitas bersama orangtua, sahabat, dan pacar. Cara mengatasi kesepian yang lebih efektif dilakukan oleh 2 subjek yaitu :  SAP karena lebih memiliki hubungan yang harmonis dengan kedua orangtuanya, dan mampu mengembangkan bakat menari untuk mengatasi kesepiannya, CW juga memiliki hubungan yang harmonis dengan kedua orangtuanya dan mengerjakan hobinya yaitu memasak untuk mengatasi kesepiannya.

Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah : (1) Bagi Subjek yang telah mampu mencegah terjadinya perasaan tidak menyenangkan akibat kesepian dapat menjaga hubungan interpersonal yang sudah terjalin, dan bagi anak tunggal yang merasakan kesepian diharapkan mampu untuk meningkatkan kemampuan hubungan interpersonal dengan orang lain, dan dapat mencari aktivitas yang berarti sehingga dapat dilakukan secara mandiri (2) Bagi orangtua yang memiliki anak tunggal diharapkan keterlibatan kedua belah pihak yaitu ayah dan ibu dalam memberikan kontribusi dalam komunikasi ataupun aktivitas, karena ditemukan bahwa kesepian dirasakan akibat hubungan dengan orangtua yang tidak sesuai harapan. (3) Bagi peneliti selanjutnya dapat meneliti mengenai bagaimana cara anak tunggal mengurangi ketergantungannya dengan orang yang dianggapnya berarti di luar keluarga dan dapat pula meneliti tentang bagaimana bentuk komunikasi yang efektif antara orangtua dengan anak tunggal ataupun anak tunggal dengan kedua orangtuanya.