Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2008

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

religiusitas pada homoseksual di kota malang

Mohamad Imron

Abstrak


ABSTRAK

 

Imron, Mohamad. 2008. Religiusitas Kaum Homoseksual Di Kota Malang. skripsi. Jurusan Psikologi Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Sri Weni Utami, Msi. (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi, M.Si.

 

Keywords: religiosity, homosexuals.

 

Homosexual is someone who has a same-sex sexual orientation. In the life of our society, behavior and the existence of homosexuals is unacceptable by the society because rules and values of religion, especially Islam forbid that, hi social groups, their existence are positioned marginal. Their orientation is considered differently in the society. From psychological aspects, the cause of homosexual behavior occurs due to parenting style, past trauma, and environmental influences.

In religious life, homosexuality is a sin and despicable as the understanding of general public. Homosexuals are also part of religious people who have an incentive to implement and obey their religion, including the value of sexuality. Therefore, homosexuals who have religious maturity tends to feel hesitate or doubt and conflict between religious values they believe in and the inevitable sexual orientation. Among obey their homosexual orientation or avoid and turn into "normal" according to religious values, this is the main focus of this research.

This research is a qualitative with case study research design. The location of this research was conducted in Malang by using three homosexuals as the subjects. This research method is more directed to explanatory or explanation. The research instrument used was observation and interview were conducted in September – October. Data analysis techniques in this research using triangulation.

Based on the research result to the three subjects showed different levels of religiosity. Two subjects who had high level of religiosity, sufficient to indicate feeling of doubt, conflict, and desires to turn into "normal" according to religious values and society. Subject with low level of religiosity tended to accept the situation as a homosexual and ignore all the problems regarding the value and controversy in religious life and society.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRAK

 

Imron, Mohamad. 2008. Religiusitas Kaum Homoseksual Di Kota Malang. skripsi. Jurusan Psikologi Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Sri Weni Utami, Msi. (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi, M.Si.

 

Kata kunci: religiusitas, homoseksual.

 

Homoseksual adalah seseorang yang memiliki orientasi seksual dengan sesama jenis. Dalam kehidupan masyarakat kita, perilaku dan keberadaan kaum homoseksual masih tidak bisa diterima masyarakat karena aturan dan nilai-nilai agama melarangnya,Islam khususnya. Dalam kelompok sosial keberadaaanya masih diposisikan marginal. Orientasi mereka dianggap berbeda didalam masyarakat. Dari aspek psikologis, penyebab perilaku homoseksual terjadi akibat pola asuh, trauma masa lalu dan pengaruh lingkungan.

Dalam kehidupan keberagamaan, homoseksual merupakan perbuatan dosa dan tercela sebagaimana pemahaman masyarakat secara umum. Kaum homoseksual juga bagian dari umat beragama yang mempunyai dorongan untuk melaksanakan dan mentaati ajaran agamanya, termasuk ajaran mengenai nilai seksualitas. Maka kaum homoseks yang mempunyai kematangan religius cenderung mengalami ragu dan konflik antara nilai-nilai agama yang diyakini dengan orientasi seksual yang tak terhindarkan. Antara menuruti orientasi homoseksnya atau menghindar dan berubah menjadi "normal" sesuai nilai agama. Disinilah fokus utama pokok penelitian ini.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Lokasi penelitian ini dilakukan di Kota Malang dengan menggunakan tiga orang homoseksual sebagai subjek penelitian. Metode penelitian ini lebih mengarah pada eksplanatori/penjelasan. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara yang dilaksanakan pada bulan September - Oktober. Pengecekan keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan metode.

Berdasarkan hasil penelitian kepada ketiga subjek menunjukkan tingkat religiusitas yang berbeda. Pada kedua subjek yang memiliki tingkat religiusitas tinggi dan cukup mengindikasikan perasaan ragu dan konflik serta keinginan untuk berubah menjadi "normal" secara seksual sesuai nilai agama dan masyarakat sedangakan pada subjek dengan tingkat religiusitas rendah cenderung menerima keadaan sebagai seorang homoseksual dan mengabaikan segala permasalahan mengenai nilai dan kontroversi dalam kehidupan keberagamaan dan masyarakat.