Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Keefektifan Art Therapy dengan Media Gambar untuk Mengurangi Kecemasan pada Penderita HIV/ AIDS

Merry Merary Agustin

Abstrak


ABSTRAK

 

Agustin, Merry Merary. 2014. Keefektifan Art Therapy dengan Media Gambar untuk Mengurangi Kecemasan pada Penderita HIV/Aids. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moh. Irtadji, M. Si, (II) Drs. Moh. Bisri, M. Si.

 

Kata kunci: Art Therapy, Kecemasan, Penderita HIV/Aids

 

Art therapy merupakan salah satu bentuk seni ekspresif yang menggunakan media, salah satunya adalah gambar sebagai alat intervensinya. Proses yang terjadi dalam art therapy (terapi seni) mampu memfasilitasi katarsis bagi penderita HIV/ Aids dalam mengurangi kecemasan yang dirasakannya yang timbul karena penyakit HIV/ Aids maupun dalam perjalanan penyakit HIV/ Aids.

Rumusan masalah dari penelitian ini adalah seberapa efektif art therapy (terapi seni) dengan media gambar mampu mengurangi kecemasan pada penderita HIV/Aids.

Penelitian menggunakan rancangan eksperimen the one group pretest and posttest. Subjek penelitian adalah penderita HIV/Aids yang memiliki karakteristik berikut: penderita HIV/Aids positif, dengan rentang 2 – 8 tahun, berusia 20 – 40 tahun (dewasa awal), dan belum pernah mendapatkan terapi yang berhubungan dengan menggambar (art therapy). Subjek mendapat perlakuan berupa terapi seni yang diberikan dalam 6 kali pertemuan, masing – masing pertemuan membutuhkan waktu 120 menit. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara, skala kecemasan, dan intepretasi hasil gambar subjek. Subjek diminta untuk mengisi skala kecemasan saat sebelum perlakuan (pretest), dan setelah perlakuan (posttest). Data dalam penelitian berupa data kuantitatif yang dilengkapi dengan data kualitatif untuk menguatkan penjelasan proses terapi, khususnya dari sisi subjek. Data kuantitatif kemudian dianalisis menggunakan uji statistik nonparametrik Wilcoxon matched pairs, p < 0.05 dengan bantuan program SPSS 16.0.

Hasil sampel berpasangan Wilcoxon menunjukkan bahwa tidak terdapat penurunan skor kecemasan secara signifikan antara hasil pretest dan posttest, dengan nilai (p = 0.109).

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesa yang menyatakan art therapy (terapi seni) dengan media gambar mampu mengurangi kecemasan pada penderita HIV/Aids tidak terbukti.