Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kecenderungan Konsep Diri Remaja yang Mengalami Child Abuse

Cokorda Istri Putri Ramanti

Abstrak


ABSTRAK

 

Ramanti, Cokorda Istri Putri. 2014. Kecenderungan Konsep Diri Remaja yang Mengalami Child Abuse. Skripsi, Jurusan Psikologi FPPsi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat S. Psi., M. Psi., (II) Drs. Mochamad Bisri M. Psi

 

Kata Kunci : konsep diri remaja, child abuse

 

Pada umumnya, remaja yang pernah mengalami dan menyaksikan kekerasan memiliki perasaan marah, kecewa, dan juga sedih. Kekerasan yang terjadi di dalam keluarga memberikan pengaruh yang besar dalam perkembangan konsep diri remaja dan mempengaruhi penyesuaian mereka dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan konsep diri remaja yang mengalami kekerasan.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif fenomenologis. Pengambilan sampel penelitian menggunakan metode snowball sampling. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah tiga orang, yaitu AAP, ME, dan MF. Dengan kriteria berada pada usia remaja akhir dan pernah atau sedang mengalami child abuse. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara mendalam dan observasi. Keseluruhan data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif, dan disusun menjadi kesimpulan penelitian.

Penelitian ini menemukan bahwa konsep diri remaja yang pernah mengalami kekerasan tidak selalu memiliki kecenderungan berkembang ke arah negatif. Ada subjek yang merasa dirinya tidak berharga dan merasa inferior saat berada di lingkungan sosial. Namun ada subjek yang dapat mengembangkan konsep dirinya ke arah yang positif. Hal ini terjadi karena keadaan subjek yang tidak lagi mengalami kekerasan membuat konsep diri mereka memiliki kesempatan untuk berkembang ke arah positif. Konsep diri yang mereka miliki juga mempengaruhi sikap mereka terhadap hubungan interpersonal.

Disarankan sebaiknya remaja yang pernah mengalami kekerasan lebih melibatkan diri dalam aktivitas yang dapat mengembangkan potensi mereka, dan meminta bantuan pada orang yang lebih ahli seperti psikolog atau psikiater agar dapat membantu masalah yang dihadapi. Selain itu orangtua juga disarankan untuk berperan aktif mengurangi pertengkaran dan menghubungi psikolog. Dan masyarakat yang mengetahui keluarga dengan kekerasan diharapkan menghubungi polisi atau lembaga sosial yang terkait dan memberikan dukungan bagi para korban.