Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Subjective Well Being Dengan Need Of Counteraction Pada Pekerja Seks Komersial di Lokalisasi Doly Surabaya

Inggil Drajad Arumningtyas

Abstrak


ABSTRAK

 

Arumningtyas, Inggil Drajad. 2014. Hubungan Subjective Well Being dengan Need Of Counteraction pada Pekerja Seks Komersial di Lokalisasi Doly Surabaya. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing : (1) Dra.Hj.Sri Weni Utami, M.Si. , (II) Ninik Setyowati S.Psi., M.Psi.

 

Kata kunci : subjective well being, need of counteraction, pekerja seks komersial.

 

Kebijakan pemerintah provinsi Surabaya untuk menutup lokalisasi Doly dan menjadikan kawasan ini sebagai pusat industri terpadu nyatanya bukan perkara mudah. Banyak permasalahan yang timbul. Salah satunya adalah dari pihak para pekerja seks komersial yang menolak untuk dipindahkan dari Doly. Berbagai upaya telah ditempuh, salah satunya adalah menambah jumlah uang saku dari tiga juta rupiah menjadi lima juta rupiah. Namun cara ini juga belum sepenuhnya efektif.

Kepuasan hidup dan perasaan-perasaan positif maupun negatif yang dirasakan seseorang selama hidup (subjective well being) memberi sumbangan besar pada pembentukan kepribadian seseorang. Dan menurut ahli kebutuhan seseorang sering kali dipengaruhi oleh kepribadiannya. Kebutuhan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah need of counteraction yaitu kebutuhanuntuk berjuang lagi, mengembalikan nama baik, serta melawan keadaan yang buruk.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan subjective well being dengan need of counteraction pekerja seks komersial di lokalisasi Doly Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan termasuk penelitian deskriptif korelasional. Subjek penelitian ini adalah pekerja seks komersial di lokalisasi Doly. Berusia antara 15-25 tahun. Dan sudah lebih dari enam bulan menjalani profesi sebagai pekerja seks komersial. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik incidental sampling berjumlah 50 orang. Instrumen yang digunakan berupa skala subjective well being dan skala need of counteraction. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis korelasional.

Berdasarkan analisis diperoleh kesimpulan yaitu (1) sebagian besar pekerja seks komersial di lokalisasi Doly memiliki tingkat subjective well being kategori rendah (26 subjek) ; (2) sebagian besar pekerja seks komersial di lokalisasi Doly memiliki need of counteraction rendah (27 subjek); (3)  terdapat hubungan yang signifikan antara subjective well being dan need of counteraction pekerja seks komersial lokalisasi Doly dengan hasil (rxy =0,420, dan sig=0,002< 0,05).

Berdasarkan dari penelitian ini, disarankan bagi para pekerja seks komersial untuk meningkatkan subjective well being dengan jalan pernikahan dan keagamaan. Bagi pemerintah kota dan provinsi Surabaya pelaksanaan program pelatihan pra dan pasca penutupan lokalisasi hendaknya tidak hanya menitikberatkan pada aspek peningkatan keterampilan tetapi juga aspek psikologis, seperti diadakannya ceramah motivasi. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk meneliti faktor-faktor lain yang dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan subjective well being pada pekerja seks komersial di lokalisasi Doly maupun di lokalisasi-lokalisasi yang lain.