Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERILAKU ASERTIF MENANTU LAKI-LAKI YANG TINGGAL SERUMAH DENGAN MERTUA

Choirul Faruqi

Abstrak


ABSTRAK

 

Faruqi, Choirul. 2014. Perilaku Asertif Menantu Laki-laki Yang Tinggal Serumah dengan Mertua. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat S.Psi, M.Si (II) Gamma Rahmita Ureka Hakim S.Psi, M.Psi. Psikolog.

 

Kata kunci: assertive behavior, mertua, menantu.

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek perilaku asertif menantu laki-laki yang tinggal serumah dengan mertua dan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan perilaku asertif menantu laki-laki yang tinggal serumah dengan mertua. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus, dengan pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling, subjek penelitian berjumlah 3 (tiga) orang dengan kriteria (1) Subjek merupakan laki-laki yang sudah menikah,  (2) Subjek masih tinggal serumah dengan mertua atau orang tua dari istri, (3) Subjek sudah tinggal dengan mertua selama empat tahun atau lebih. Penggalian data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam dan observasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa menantu laki-laki yang memulai tinggal serumah dengan mertua tidak bisa berperilaku asertif dalam komunikasi, ketegasan berpendapat, mempertahankan hak dalam berpendapat dan menerapkan model pola asuh anak. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan perilaku asertif menantu laki-laki yang tinggal serumah dengan mertua adalah hukuman, ganjaran, modeling, Kesempatan untuk mengembangkan perilaku yang sesuai, Standar budaya dan keyakinan pribadi, Keyakinan akan hak mutlak sebagai individu. Peneliti juga menemukan bahwa aspek efikasi diri (self efficacy) juga diperlukan dalam membentuk atau membangun perilaku asertif sebagaimana yang telah ditemukan dalam penelitian ini.

Berdasarkan hasil penelitian, saran yang diberikan adalah Menantu yang tinggal serumah dengan mertua, khususnya menantu laki-laki harus bisa lebih aktif dalam membangun komunikasi yang baik dan intens dengan mertua. Hambatan komunikasi seperti mendapatkan penolakan atau mendapatkan umpan balik yang kurang sesuai harapan juga harusnya menjadi pembelajaran bagi para menantu laki-laki yang tinggal serumah dengan mertua untuk lebih bersikap asertif dengan baik. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah, untuk lebih melihat dengan jauh dan mendalam mengenai faktor-faktor atau variabel lain yang ada dalam perilaku asertif menantu laki-laki yang tinggal serumah dengan mertua. Peneliti selanjutnya juga diharapkan mampu memberikan tambahan pengamatan atau observasi yang mendalam secara berkelanjutan sehubungan dengan menantu laki-laki yang tinggal serumah dengan mertua.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRAK

 

Faruqi, Choirul. 2014. Perilaku Asertif Menantu Laki-laki Yang Tinggal Serumah dengan Mertua. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat S.Psi, M.Si (II) Gamma Rahmita Ureka Hakim S.Psi, M.Psi. Psikolog.

 

Kata kunci: assertive behavior, mertua, menantu.

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek perilaku asertif menantu laki-laki yang tinggal serumah dengan mertua dan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan perilaku asertif menantu laki-laki yang tinggal serumah dengan mertua. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus, dengan pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling, subjek penelitian berjumlah 3 (tiga) orang dengan kriteria (1) Subjek merupakan laki-laki yang sudah menikah,  (2) Subjek masih tinggal serumah dengan mertua atau orang tua dari istri, (3) Subjek sudah tinggal dengan mertua selama empat tahun atau lebih. Penggalian data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam dan observasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa menantu laki-laki yang memulai tinggal serumah dengan mertua tidak bisa berperilaku asertif dalam komunikasi, ketegasan berpendapat, mempertahankan hak dalam berpendapat dan menerapkan model pola asuh anak. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan perilaku asertif menantu laki-laki yang tinggal serumah dengan mertua adalah hukuman, ganjaran, modeling, Kesempatan untuk mengembangkan perilaku yang sesuai, Standar budaya dan keyakinan pribadi, Keyakinan akan hak mutlak sebagai individu. Peneliti juga menemukan bahwa aspek efikasi diri (self efficacy) juga diperlukan dalam membentuk atau membangun perilaku asertif sebagaimana yang telah ditemukan dalam penelitian ini.

Berdasarkan hasil penelitian, saran yang diberikan adalah Menantu yang tinggal serumah dengan mertua, khususnya menantu laki-laki harus bisa lebih aktif dalam membangun komunikasi yang baik dan intens dengan mertua. Hambatan komunikasi seperti mendapatkan penolakan atau mendapatkan umpan balik yang kurang sesuai harapan juga harusnya menjadi pembelajaran bagi para menantu laki-laki yang tinggal serumah dengan mertua untuk lebih bersikap asertif dengan baik. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah, untuk lebih melihat dengan jauh dan mendalam mengenai faktor-faktor atau variabel lain yang ada dalam perilaku asertif menantu laki-laki yang tinggal serumah dengan mertua. Peneliti selanjutnya juga diharapkan mampu memberikan tambahan pengamatan atau observasi yang mendalam secara berkelanjutan sehubungan dengan menantu laki-laki yang tinggal serumah dengan mertua.