Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Sikap Masyarakat Kelurahan Semampir Terhadap Praktik Prostitusi Ilegal di Bekas Lokalisasi Kota Kediri.

Moch. Reza Pahlefi

Abstrak


ABSTRAK

 

Pahlefi, Moch. Reza. 2014. Sikap Masyarakat Kelurahan Semampir Terhadap Praktik Prostitusi Ilegal di Bekas Lokalisasi Kota Kediri. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed, (2) Diantini Ida Viatrie, S.Psi, M.Si.

 

Kata kunci: sikap, masyarakat, prostitusi ilegal di Semampir Kota Kediri

 

Sikap Masyarakat Kelurahan Semampir Terhadap Praktik Prostitusi Ilegal di Bekas Lokalisasi Kota Kediri. Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan tentang sikap masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar bekas lokalisasi yang berada di Kelurahan Semampir, terhadap praktik prostitusi ilegal di lokalisasi tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara terarah dan pemberian kuesioner terhadap 12 subjek penelitian, yakni masyarakat Kelurahan Semampir, khususnya yang bertempat tinggal di sekitar bekas lokalisasi.Yakni RW.05, RW.06 dan RW.01.

Analisis fenomenologis digunakan guna menganalisis data. Penelitian kualitatif ini menggunakan teknik analisis fenomenologi. Hasil menunjukan dari 12 subjek penelitian bahwa masyarakat sekitar bekas lokalisasi Kelurahan Semampir kota Kediri, memiliki sikap yang berusaha memahami masalah pelacuran dan berfikir secara bijak guna mendapatkan solusi terbaik dari permasalahan prostitusi ini. Baik dalam aspek kognitif, afektif, maupun perilaku. Keseluruhan subjek penelitian sejatinya cenderung tidak setuju dengan masih beroperasinya praktik prostitusi tersebut. Hal tersebut terarah pada aspek moral yang cenderung berdampak kurang baik bagi masyarakat, karena dapat terjadi penurunan moral yang dialami generasi muda. Aspek kesehatan para PSK yang meresahkan masyarakat Semampir dengan kesehatanya. Namun demikian mereka juga tidak menginginkan penutupan yang memberatkan salah satu pihak, yang nantinya bisa merugikan warga Kediri secara keseluruhan. Sehingga mereka memilih menunggu hingga ada solusi yang benar-benar bijak dalam kasus ini. Adapun yang sebenarnya kurang setuju dengan masih beroperasinya praktik prostitusi ilegal ini sebanyak 11 subjek, yakni subjek : SH, VN, CS, PY, HJ, AG, ET, MK, DY, PM, SF. Sedangkan yang tidak mengiginkan adanya penutupan adalah subjek EN, hal ini karena EN mencari perekonomian di dekat area lokalisasi sebagai penjaga toko.

Penelitian ini diharapkan bagi masyarakat dapat dijadikan bahan wawasan untuk lebih bijak menyikapi permasalahan terkait dengan tempat prostitusi. Bagi para PSK, penelitian ini dapat dijadikan informasi tentang pandangan masyarakat terhadap mereka, guna mengambil langkah dan sikap yang terbaik. Bagi Pemerintah Kota Kediri, sekiranya dapat menambah informasi untuk memberikan solusi terbaik dalam pemecahan kasus ini, dan memiliki langkah tepat untuk menyelamatkan generasi muda dari perilaku maladaptif. Bagi penelitian lain yang relevan, penulis dapat memberikan refrensi secara ilmiah. Bagi ilmu psikologi, sekiranya penelitian ini dapat memberikan refrensi tambahan yang nantinya dapat digunakan dalam keperluan terkait dengan praktik prostitusi.