Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Coping Stres Pada Personil Anggota TNI AL di LANTAMAL V Surabaya yang Menjadi Penyalahguna NAPZA.

Reza Indra Waskita

Abstrak


ABSTRAK

 

Waskita, Reza Indra. 2014. Coping Stres Pada Personil Anggota TNI AL di LANTAMAL V Surabaya yang Menjadi Penyalahguna NAPZA. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Diyah Sulistiyorini, SPsi, M.Psi (II) Drs. Moh.Bisri, M.Si.

 

Kata Kunci : Coping stres , TNI AL di LANTAMAL V Surabaya, Penyalahgunaan NAPZA.

 

Coping Stres Pada Personil Anggota TNI AL di LANTAMAL V Surabaya yang Menjadi Penyalahguna NAPZA. TNI AL LANTAMAL V merupakan salah satu markas besar TNI AL yang terletak di Tanjung Perak, kota Surabaya. Narkoba atau NAPZA adalah bahan / zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan / psikologi seseorang serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi. Penggunaan NAPZA dalam personil militer di luar negeri memang terjadi namun penggunaan tersebut lebih mengarah pada sarana untuk mengatasi stres pasca pulang dari medan pertempuran, Kondisi tersebut berbeda dengan penggunaan NAPZA pada kalangan militer di dalam negeri mengingat Indonesia bukan negara konflik yang mengharuskan setiap personil militernya untuk bertempur.

Peneltian ini bertujuan untuk dapat mengetahui Coping Stres Pada Personil Anggota TNI AL di LANTAMAL V Surabaya Menjadi Pemakai NAPZA dan hasil dari penelitian dapat digunakan untuk saran tindak lanjut instansi dalam melakukan langkah langkah pencegahan NAPZA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik analisis data Penelitian ini menggunakan content analysis (analisis isi) yaitu metode penelitian yang digunakan untuk mengetahui simpulan dari sebuah teks dengan subjek penelitian anggota TNI AL di LANTAMAL V Surabaya yang pernah ataupun masih aktif serta mengakui pernah mengkonsumsi NAPZA.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek mengkonsumsi NAPZA karena adanya konflik atau permasalahan internal sehingga mereka memilih menghadapi situasi tekanan dengan teknik coping stress menggunakan Escapism (Pelarian diri dari masalah). Subjek lebih memilih NAPZA jenis sabu sabu karena NAPZA jenis tersebut menimbulkan perasaan sangat bergembira (euforia) setelah mengkonsumsinya sebagai upaya subjek dalam startegi coping stress yang dilakukannya yaitu escapism agar dapat mengkhayalkan seandainya ia berada dalam situasi yang lebih baik dari situasi yang dialaminya saat itu. Hasil penelitian menunjukkan saran bagi peneliti selanjutnya agar dapat lebih mengembangkan teori teori tentang NAPZA dan juga coping stres pada penyalahguna NAPZA.