Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

JENIS INTERAKSI SOSIAL NARAPIDANA REMAJA KASUS NARKOBA DI DALAM RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS II B GRESIK

Erik Kurniawan

Abstrak


ABSTRAK

 

Kurniawan, Erik. 2014. Jenis Interaksi Sosial Narapidana Remaja Kasus Narkoba Di Dalam Rumah Tahanan Negara Kelas II B Gresik. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M.Si., (II) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi., M.Psi.

 

Kata Kunci: jenis interaksi sosial, interaksi individu, interaksi kelompok, narapidana remaja.

 

Seorang narapidana narkoba, interaksi sosial merupakan suatu kebutuhan primer ketika berada dalam masa pembinaan. Sehingga membuat narapidana narkoba remaja bisa memahami arti dari sebuah interaksi sosial yang dilakukan di dalam Lembaga Pemasyarakatan. Tujuan dari penelitian kualitatif ini adalah untuk mengetahui jenis interaksi sosial narapidana remaja kasus narkoba di dalam Rumah Tahanan Negara Kelas II B Gresik. Pendekatan kualitatif yang digunakan adalah rancangan studi kasus. Pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi deskriptif dan wawancara. Menentukan subjek dengan purposive sampling yang akan akan diteliti sesuai dengan kriteria, dan pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dari wawancara informan pendukung yaitu petugas Lembaga Pemasyarakatan dan teman subjek untuk dilakukan member chek.

Hasil penelitian kepada empat subjek narapidana remaja pria dan wanita menunjukkan bahwa interaksi sosial merupakan kebutuhan primer utama dalam memenuhi aktivitas atau kegiatan sehari-hari dengan Warga Binaan Pemasyarakatan. Awal interksi sosial, subjek dalam berteman lebih bersifat pribadi. Karena secara individu subjek lebih merasa nyaman dan bisa dihargai satu sama lain (Hurlock, 1976). Selain itu dalam interaksi secara individu, subjek lebih cenderung meniru orang yang bisa dianggap contoh yang bersifat positif. Subjek juga bergabung dalam kelompok, agar bisa menjalin kerjasama dengan anggota narapidana lain. Dalam interaksi antar kelompok Warga Binaan Pemasyarakatan ada kendala yang dialami subjek, yaitu penyesuaian lingkungan dan perbedaan pendapat yang lebih membela ke arah orang yang lebih dewasa. Sehingga bisa menyebabkan konflik antar kelompok dan Warga Binaan Pemasyarakatan. Interaksi yang dilakukan lebih ke individu dan individu.

Saran untuk Lembaga Pemasyarakatan dan Psikolog yang bekerja di Lembaga Pemasyarakatan ialah, diharapkan nantinya dapat memberikan layanan konseling dan asesmen secara menyeluruh atas problem psikologis narapidana dan mengadakan diskusi dan intervensi kepada pemimpin dalam kelompok agar semua warga binaan pemasyarakatan bisa terjalin dengan baik yang sesuai dengan tujuan pembinaan pemasyarakatan . Dan memberikan pembinaan dan fasilitas bagi narapidana remaja, sehingga mereka dapat mengembangkan potensi yang dimiliki agar tidak terpengaruh dengan keadaan lingkungan yang

negatif.