Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan antara Pola Asuh Orang Tua dengan Prestasi Belajar Pada Siswa Tuna Rungu Di SMALB Kota Malang.

CANDRA WIBIAKSA

Abstrak


ABSTRAK

 

Wibiaksa, Candra. 2014. Hubungan antara Pola Asuh Orang Tua dengan Prestasi Belajar Pada Siswa Tuna Rungu Di SMALB Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Sri Weni Utami,  M.Si. (2) Pravissi Shanti, S.Psi. M.Psi.

 

Kata kunci: pola asuh orang tua, prestasi belajar.

 

Anak tuna rungu dapat berkembang secara maksimal, bila dipahami kebutuhan-kebutuhannya. Sekolah adalah jalur pendidikan formal sebagai upaya untuk membantu anak-anak tuna rungu. Agar pendidikan itu berhasil, maka dibutuhkan kerjasama dengan orang tua melalui pengasuhan yang sesuai dengan kondisi anak.

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pola asuh orang tua dan prestasi belajar, serta untuk mengetahui hubungan di antara dua variabel tersebut.

Subjek dalam penelitian ini sebanyak 22 siswa SMALB di Kota Malang. Data penelitian diperoleh melalui angket pola asuh orang tua dan dokumentasi prestasi belajar siswa tunarungu SMALB. Pada angket pola asuh dilakukan validasi isi. Setelah itu dilakukan perhitungan reliabilitas per-tipe pola asuh dengan rumus Alpha Cornbach dan diperoleh koefisien reliabilitas dari 0,706 sampai 0,817. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis korelasi dengan menggunakan korelasi Product Moment.

Hipotesa penelitian ini adalah (1) hipotesa mayor : Ada hubungan antara pola asuh orangtua dengan prestasi belajar pada siswa tunarungu. (2) hipotesa minor: a. ada hubungan antara pola asuh otoritatif dengan prestasi belajar pada siswa tunarungu, b.ada hubungan antara pola asuh otoritarian dengan prestasi belajar pada siswa tunarungu, c. ada hubungan antara pola asuh permisif dengan prestasi belajar pada siswa tunarungu.

Hasil penelitian ini adalah: (1) sebagian besar prestasi belajar siswa tunarungu berada pada kategori cukup dengan persentase 59,09%. (2) Kecenderungan pola asuh sebagian besar mendapat pola asuh otoritatif dengan persentase sebesar 77.3%. (3) korelasi antara pola asuh orang tua dengan prestasi belajar siswa  tuna rungu adalah 0,273 dengan nilai signifikansi 0,218 (p>0,05) yang berarti bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan prestasi belajar siswa  tuna rungu. Korelasi per-tipe pola asuh adalah diperoleh koefisien korelasi sebesar -1,00 dengan nilai signifikansi 0,00(p>0,05) antara pola asuh otoriter dengan prestasi belajar. Diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,608 dengan nilai signifikansi 0,01 (p> 0,05) antara pola asuh otoritatif dengan prestasi belajar. Diperoleh koefisien korelasi sebesar -0,998dengan nilai signifikansi 0,03 (p>0,05) antara pola asuh permisif dengan prestasi belajar.

Saran bagi penelitian ini adalah 1) Orang tua, hendaknya menerapkan pola asuh otoritatif kepada anak dan menghindari pola asuh otoritarian dan permisif.     2) Sekolah /guru, bila siswa memiliki masalah dengan prestasi belajar, pola asuh orang tua bukan satu-satunya penentu yang mempengaruhi prestasi belajar siswa di sekolah. 3) Peneliti selanjutnya, meneliti hubungan variabel lain dengan prestasi siswa tuna rungu dan melakukan penelitian pada siswa kebutuhan khusus jenis yang lainnya.