Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Instrumen Identifikasi Kesulitan Belajar pada Siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Bojonegoro.

Wahyu Ratna leila

Abstrak


ABSTRAK

 

Leila, Wahyu Ratna. 2014. Pengembangan Instrumen Identifikasi Kesulitan Belajar pada Siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Bojonegoro. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sri Weni Utami,  M.Si. (2) Ike Dwiastuti, S.Psi., M.Psi.

 

Kata kunci: instrumen, kesulitan belajar.

 

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Instrumen Identifikasi Kesulitan Belajar (IIKB) yang valid dan reliabel dalam mengidentifikasi adanya kesulitan belajar pada siswa Sekolah Dasar Kelas 4 sampai Kelas 6 di Bojonegoro. Hasil penelitian diharapkan memudahkan guru kelas dalam mengidentifikasi adanya kesulitan belajar pada siswa Sekolah Dasar.

Langkah-langkah penelitian ini meliputi: (1) identifikasi tujuan dan kawasan ukur, (2) penguraian komponen isi serta batasan perilaku dan kompetensi, (3) spesifikasi tes (blue print), (4) penulisan item, (5) uji-coba awal, (6) field test dan analisis item, (7) perakitan tes dan penyusunan instrumen, (8) pengujian reliabilitas, (9) tes siap pakai.

Hasil dari validasi isi oleh ahli lapangan, IIKB perlu direvisi pada 34 item. Setelah dilakukan revisi, IIKB diuji cobakan secara perseorangan untuk mengetahui lamanya pengerjaan soal serta kepraktisan media-media yang digunakan dalam IIKB. Setelah IIKB yang diujicobakan secara perseorangan telah direvisi, maka dilakukan uji lapangan terbatas dengan total subjek berjumlah 51 siswa. Selanjutnya dilakukan perhitungan reliabilitas dengan menggunakan pendekatan konsistensi antar rater dan diperoleh rentangan reliabilitas pada IIKB antara 0,510 sampai 0,904.

Pada IIKB ini, selain menggunakan analisis uji validasi isi dan uji reliabilitas ini, hasil IIKB juga dikorelasikan dengan nilai rapot pada sampel penelitian. Selanjutnya diperoleh hasil bahwa nilai rapot Semester Gasal Tahun Pelajaran 2013/2014 siswa yang mengalami kesulitan belajar sedang ataupun ringan adalah rendah dan berada di bawah nilai rata-rata kelas. Hal ini sesuai dengan pendapat menurut Irham & Wiyana (2013) bahwa adanya kesulitan belajar yang dialami siswa akan berdampak pada prestasi belajar yang dicapai oleh siswa yang bersangkutan.

Jadi, berdasarkan dari hasil uji validasi isi, uji reliabilitas, dan dari korelasi positif antara hasil IIKB dengan nilai rapot siswa, maka dapat disimpulkan bahwa IIKB telah valid dan reliabel sebagai instrumen untuk mengidentifikasi kesulitan belajar pada siswa Sekolah Dasar.