Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kebahagiaan pada Anak-anak Korban Lumpur Lapindo yang Bertahan Tinggal di Kelurahan Mindi, Porong

TRI ANITA NUZULAWATI

Abstrak


ABSTRAK

 

Nuzulawati, Tri Anita. 2014. Kebahagiaan pada Anak-anak Korban Lumpur Lapindo yang Bertahan Tinggal di Kelurahan Mindi, Porong. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si. (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi, M.Psi.

 

Kata kunci: kebahagiaan, anak-anak, korban lumpur lapindo, Kelurahan Mindi.

 

Kata kebahagiaan kerapkali diakitkan dengan kondisi emosional dan bagaimana individu merasai dunianya (lingkungannya) dan dirinya sendiri (Wirawan, 2010). Kebahagiaan dipengaruhi oleh suasana hati individu pada suatu saat tertentu, keyakinannya tentang kebahagiaan, serta seberapa mudahnya seseorang menerima informasi positif dan negatif.Hurlock (dalam Wijaya, 2013) memandang masa kanak-kanak yang bahagia sangat penting untuk perkembangan masa selanjutnya. Ketidakbahagiaan dapat membahayakan penyesuaian pribadi dan sosial anak, sebaliknya kebahagiaan mempengaruhi sikap, perilaku, dan kepribadian mereka (Mashar, dalam Wijaya 2013).

Lumpur Panas Lapindo, sudah hampir delapan tahun menyerang Kecamatan Porong Sidoarjo. Hingga kini, semburan lumpur tersebut telah menenggelamkan 641 hektare lahan di enam desa (Badan Penanggulan Lumpur Sidoarjo, 2013).Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 33 Tahun 2013 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2007 tentang Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo, Kelurahan Mindi termasuk dalam area baru wilayah luapan lumpur.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui masih adakah kebahagiaan pada anak-anak korban lumpur Lapindo yang bertahan tinggal di Kelurahan Mindi, Porong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian Fenomenologi.Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan wawancara. Teknik analisis data menggunakan tematikdan teknik validitas interpretif. Subjek pada penelitian ini adalah tiga orang anak yang saat penelitian ini berlangsung masih tinggal di Kelurahan Mindi, Porong.

Hasil dari penelitian ini menghasilkan data bahwa subjek masih masih merasakan kebahagiaan. Hal tersebut terlihat dari lebih banyaknya emosi positif yang dialami subjek.  

Bagi orang tua di Kelurahan Mindi disarankan agar tidak terlalu menekan anak sehingga mereka dapat meraih prestasi bukan hanya untuk terhindar dari kemarahan orangtua, yang nantinya dapat mengurangi emosi positif pada anak tersebut. Bagi peneliti selanjutnya agar dapat lebih mendalami kondisi keluarga subjek. Perlu adanya pendekatan yang lebih lama agar keluarga subjek dapat menerima kehadiran peneliti.