Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Harga Diri pada Difabel Tunadaksa dalam Komunitas DMI (Disable Motorcycle Indonesia) di Malang

Pramita Ariwijayanti

Abstrak


ABSTRAK

 

Ariwjayanti, Pramita. 2010. Harga Diri pada Difabel Tunadaksa dalam Komunitas DMI (Disable Motorcycle Indonesia) di Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moh. Irtadji, M.Si., (II) Ika Andrini Farida, S. Psi, M. Psi.

 

Kata kunci: harga diri, difabel tunadaksa, komunitas DMI (Disable Motorcycle Indonesia) Malang.

Kata difabel dapat dimaksudkan sebagai kata eufemisme, yaitu penggunaan kata yang memperhalus istilah penyandang cacat. Difabel tunadaksa adalah orang yang menderita hambatan akibat polio myelitis, akibat kecelakaan, akibat keturunan,cacat sejak lahir, kelayuan otot-otot, akibat peradangan otak, dan kelainan motorik yang disebabkan oleh kerusakan pada pusat syaraf/cerebrum. Kondisi fisik yang berbeda bahkan tak lengkap, terkadang menyebabkan para difabel tunadaksa ini merasa menjadi kaum minoritas yang dikucilkan oleh masyarakat. Sebelumnya sudah ada penelitian yang meneliti tentang harga diri pada difabel tunadaksa, namun belum ditemukan adanya penelitian yang terkait dengan komunitas DMI untuk difabel tunadaksa. Berkenaan dengan hal tersebut, maka perlu pula untuk diketahui harga diri pada difabel tunadaksa yang tergabung dalam suatu komunitas.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan harga diri, khususnya yaitu harga diri pada difabel tunadaksa dalam komunitas DMI (Disable Motorcycle Indonesia) di Malang dan faktor-faktor yang mempengaruhi harga diri tersebut.

Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Data yang disajikan merupakan pemaparan dari hasil wawancara dan observasi yang diperoleh selama penelitian. Kehadiran peneliti dalam penelitian ini penting karena peneliti bertindak sebagai instrumen sekaligus pengumpul data. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis data model interaktif. Pengecekan keabsahan data menggunakan validitas deskripstif dan validitas interpretif. Validitas deskriptif dilakukan dengan triangulasi, yaitu triangulasi subjek. Validitas interpretif dicapai melalui umpan balik (feed back) atau cek balik (check back) pada partisipan tentang kesimpulan hasil penelitian.

Berdasarkan hasil analisis terhadap data-data tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa ke empat subjek yang merupakan difabel tunadaksa dalam komunitas DMI (Disable Motorcycle Indonesia) memiliki harga diri yang tinggi. Sumber-sumber dari harga diri tersebut adalah lingkungan yaitu meliputi lingkungan keluarga, komunitas DMI dan lingkungan masyarakat, contoh kecilnya adalah tetangga serta faktor psikologis atau pemikiran.

Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu membantu meningkatkan harga diri pada difabel tunadaksa terkait dengan sumber-sumber yang telah ditemukan, sehingga mampu memberikan kontribusi yang baik bagi harga diri difabel tunadaksa baik dalam komunitas DMI, maupun di luar komunitas DMI.