Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Profil Kebutuhan Psikologis Otaku Genre Action Berdasarkan Teori Kebutuhan Psikologis Murray

Dina Trisnawari

Abstrak


ABSTRAK

 

Trisnawari, Dina. 2014. Profil Kebutuhan Psikologis Otaku Genre Action Berdasarkan Teori Kebutuhan Psikologis Murray. Skripsi, Jurusan Psikologi FPPsi Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing (1) Dr. Moh. Irtadji M.Si, (II) Ninik Setiyowati S.Psi, M.Si.

 

Kata kunci: Otaku, Genre Action, Kebutuhan Psikologis Murray.

 

Otaku adalah penggemar berat atau penggemar fanatik subkultural Jepang seperti anime, manga, game dan lainnya. Otaku mempunyai kecenderungan tersendiri untuk menyukai gaya cerita anime atau manga yang biasanya disebut dengan istilah genre. Salah satu genre anime dan manga yang saat ini popular adalah genre action. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil kebutuhan psikologis Otaku dengan kesukaan genre action.

Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif studi kasus. Subjek dalam penelitian yang digunakan adalah orang-orang otaku yang memiliki kesukaan terhadap anime dan manga dengan genre action, yang tidak berada dalam satu komunitas penggemar. Subjek dalam penelitian ini sejumlah 3 orang dengan karakteristik yang sama. Penelitian dilakukan di Kota Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan dengan menggunakan tehnik wawancara dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data model interaktif dimulai dari tahap penelahaan data, tahap identifikasi dan klasifikasi data, dan tahap evaluasi data. Pengecekan keabsahan data menggunakan member check dan significant other.

Berdasarkan hasil analisis data diperoleh sebuah hasil kesimpulan yaitu kebutuhan psikologis yang selalu dominan muncul pada Otaku dengan kesukaan genre action adalah kebutuhan untuk bertindak otonom (Need of Autonomy) dan kebutuhan untuk memberikan perlawanan (Need of Counteraction).Kebutuhan bertindak otonom (Need of Autonomy) adalah kebutuhan untuk menjadi bebas, melepaskan diri, menghilangkan kekangan, menolak paksan dan larangan serta meninggalkan kegiatan yang ditentukan oleh aturan-aturan. Kebutuhan untuk memberikan perlawanan (Need of Counteraction) adalah kebutuhan untuk menguasai atau memperbaiki kegagalan dengan berjuang lagi untuk mempertahankan harga diri.