Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Sikap Pemuka Agama Terhadap Pemimpin Perempuan di Bidang Politik (Studi Kasus Fenomenologi)

Susan Oktaviani Putri

Abstrak


ABSTRAK

 

Putri, Susan Oktaviani. 2014. Sikap Pemuka Agama Terhadap Pemimpin Perempuan di Bidang Politik (Studi Kasus Fenomenologi). Skripsi, Jurusan Psikologi Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed. (II) Ike Dwiastuti, S.Psi, M.Psi.

 

Kata Kunci: Sikap, Pemuka Agama, Pemimpin Perempuan, Politik.

 

Sikap merupakan emosi atau afek yang diarahkan oleh seseorang kepada orang lain, benda, atau peristiwa sebagai objek sasaran sifat. Hampir seluruh aspek di dalam kehidupan manusia dapat dijadikan sebagai objek dari sikap. Sikap dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi sikap individu adalah pemuka agama. Pemuka agama merupakan  tokoh penting yang dapat mempengaruhi individu dalam mengambil sikap. Pemimpin perempuan di bidang politik merupakan fenomena yang mengundang pro dan kontra. Hal ini dikarenakan beberapa agama menolak seorang perempuan menjadi pemimpin di bidang politik. Penelitian ini mengkaji bagaimana sikap pemuka agama terhadap adanya fenomena pemimpin perempuan yang di dalam bidang politik. Fenomena pemimpin perempuan menjadi kontroversi di masyarakat karena ada agama-agama tertentu yang menentang. Pemuka agama dianggap sebagai tokoh yang dianggap penting, sehingga sikapnya dijadikan sebagai panutan bagi masyarakat. Sikap pemuka agama dianggap penting karena akan memberikan pengaruh bagi masyarakat Indonesia.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam sebagai sumber utama, observasi, dan analisis data menggunakan analisis fenomenologi yang mereduksi pernyataan-pernyataan ke dalam tema-tema inti yang menunjukkan esensi pengalaman partisipan terhadap fenomena serta cek anggota partisipan atau member check digunakan dalam pengecekan keabsahan data. Subyek dalam penelitian ini berjumlah 6 orang yang merupakan pemuka agama dari agama Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Khonghucu.

Temuan dalam penelitian ini adalah sebagian besar subyek setuju dengan adanya pemimpin perempuan di bidang politik. Namun ada subyek yang kurang setuju dengan adanya pemimpin perempuan di bidang politik. Subyek yang setuju dengan fenomena pemimpin perempuan di bidang politik adalah pemuka agama Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Khonghucu. Sedangkan subyek pemuka agama Islam memiliki sikap kurang setuju terhadap pemimpin perempuan di bidang politik.

Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah pemuka agama diharapkan bijaksana dalam menyikapi fenomena pemimpin perempuan di bidang politik karena sikap yang diambil oleh pemuka agama akan mempengaruhi masyarakat dan masyarakat diharapkan mampu berpikir kritis dalam melihat sikap pemuka agama terhadap pemimpin perempuan di bidang politik. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan motivasi kepada perempuan dalam berperan di bidang politik. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan untuk lebih detail dalam menjelaskan proses pemilihan subyek hingga proses pengumpulan data berakhir.