Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN ANTARA COPING STRESS DAN RESILIENSI PADA PENSIUNAN PEGAWAI PENDERITA PENYAKIT KRONIS DI KECAMATAN LUMAJANG KABUPATEN LUMAJANG

Wilda Safirah Basar

Abstrak


ABSTRAK

 

Basar, Wilda Safirah. 2014. Hubungan antara Coping Stress dan Resiliensi Pensiunan Pegawai Penderita Penyakit Kronis di Kecamatan Lumajang Kabupaten Lumajang . Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M.Si, (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi., M.Si.

 

Kata Kunci : Coping stress, resiliensi, pensiunan pegawai, penyakit kronis

 

Coping stress adalah berbagai upaya, baik mental maupun perilaku untuk mengelola, menguasai, mentoleransi, mengurangi, dan meminimalkan suatu situasi atau kejadian yang penuh dengan tekanan dalam kehidupan sehari-hari. Resiliensi adalah kemampuan bertahan atau bangkit dari keterpurukan pada individu yang mengalami penderitaan sehingga dapat mengubah kondisi kehidupan yang menyengsarakan menjadi suatu hal yang wajar untuk diatasi. Upaya coping stress pada pensiunan pegawai penderita penyakit kronis menuntut kemampuan resiliensi dalam menghadapi situasi menekan maupun penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis selama tahap perkembangan dewasa akhir.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dan analisis regresi berganda. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah pensiunan pegawai penderita penyakit kronis di kecamatan Lumajang, kabupaten Lumajang sebanyak 60 orang dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini memiliki variabel terikat yaitu resiliensi dan variabel bebas yaitu coping stress yang terdiri dari problem focused coping dan emotion focused coping. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala coping stress (α=0,896) dengan 62 aitem dan skala resiliensi (α=0,919) dengan 47 aitem.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pensiunan pegawai penderita penyakit kronis di kecamatan Lumajang sebagian besar memiliki kemampuan problem focused coping dengan kategori sedang (2) Pensiunan pegawai penderita penyakit kronis di kecamatan Lumajang sebagian besar memiliki kemampuan emotion focused coping dengan kategori sedang (3) Pensiunan pegawai penderita penyakit kronis di kecamatan Lumajang sebagian besar memiliki tingkat resiliensi dengan kategori sedang (4) Ada hubungan antara problem focused coping dan resiliensi pada pensiunan pegawai penderita penyakit kronis di kecamatan Lumajang, dengan p=0,000, sig< 0,05 (5) Ada hubungan antara emotion focused coping dan resiliensi pada pensiunan pegawai penderita penyakit kronis di kecamatan Lumajang, dengan p=0,000, sig< 0,05 (6) Ada hubungan positif dan signifikan antara coping stress dan resiliensi, dengan p=0,000, sig< 0,05.

Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah: (1) bagi pensiunan pegawai: mempertahankan kemampuan coping dan resiliensi dalam menghadapi masa pensiun yang memasuki tahap perkembangan dewasa akhir, (2) bagi keluarga pensiunan pegawai: diharapkan dapat menciptakan kepedulian, perhatian, dan hubungan harmonis dalam keluarga untuk meningkatkan kemampuan resiliensi selama masa pensiun, (3) bagi puskesmas: diharapkan dapat memberikan pelatihan coping stress maupun resiliensi dalam menghadapi masa pensiun, terutama bagi pensiunan pegawai penderita penyakit kronis, dan (4) diharapkan dapat mengembangkan penelitian dengan pendekatan yang berbeda.