Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN PERMAINAN KONSTRUKTIF KATA SEBAGAI ALAT UKUR KEMAMPUAN BERBAHASA PADA SISWA KELAS III SDN KARANGBESUKI 1 DAN 2

Angga Yuni Mantara

Abstrak


ABSTRAK

 

Mantara, Angga Yuni. 2014. Pengembangan Permainan Konstruktif Kata Sebagai Alat Ukur Kemampuan Berbahasa Pada Siswa Kelas III SDN Karangbesuki 1 dan 2. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Diyah Sulistiyorini, S.Psi., M.Psi. (II) Gama Rahmita Ureka Hakim, S. Psi., M.Psi.

 

Kata Kunci: alat ukur, kemampuan berbahasa, permainan konstruktif kata.

 

Bahasa merupakan pembelajaran yang pertama kali diterima oleh anak. Hal ini berkaitan dengan bagaimana mereka menyampaikan keinginan dan memberikan penjelasan kepada orang lain. Kemampuan berbahasa pada anak usia tertentu seringkali dikaitkan dengan kecerdasan anak tersebut yang dilihat dari usia pertama kali bisa berbicara dengan lancar. Namun, ada kalanya kesulitan berbahasa pada anak menimbulkan gangguan belajar tersendiri yang menyebabkan prestasi mereka tidak sesuai dengan seharusnya. Maka diperlukan alat ukur untuk mengukur kemampuan berbahasa anak untuk memberikan pemahaman tentang kemampuan berbahasa itu sendiri kepada orang lain. Untuk melakukan pengukuran kemampuan berbahasa anak diperlukan metode yang mumpuni dan menyenangkan, salah satunya dengan metode permainan konstruktif kata. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat ukur kemampuan berbahasa pada siswa kelas tiga sekolah dasar dengan permainan konstruktif kata.

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang bertujuan untuk mengembangkan suatu produk dan mengembangkan produk tersebut untuk menjadi instrumen yang siap pakai, dipercaya, dan mempunyai nilai keajegan yang tinggi. Prosedur yang dilakukan melalui 7 langkah yang meliputi analisa kebutuhan, perancangan desain, implementasi desain, validasi ahli, revisi permainan, uji kelayakan, dan perbaikan produk. Permainan diujikan kepada siswa kelas tiga sekolah dasar.

Permainan konstruktif kata merupakan permainan berpasangan. Salah satunya bertindak sebagai pemain, dan yang lain sebagai interpretator. Tugas interpretator yakni memberikan petunjuk utama kepada pemain tentang kelompok kata yang dimaksud dan memberikan respon kepada pemain apabila pemain memberikan petunjuk yang berusaha merujuk pada kata yang dimaksud. Sedangkan tugas pemain ialah menebak petunjuk utama yang diberikan dengan memberikan serangkaian kata yang berusaha merujuk pada petunjuk dan menebak kata apa yang dimaksud dalam permainan.

Hasil pengembangan menunjukkan bahwa permainan konstruktif kata mampu dalam mengukur kemampuan berbahasa siswa. Hal ini dilihat dari tingkat validitas berkisar 0,50 – 0,69 dan koefisien reliabilitas terletak pada 0,73 yang tergolong tinggi. Permainan ini menggunakan kata atau frase terhadap beberapa hal yang berada disekitar anak sehingga mampu menggambarkan kemampuan anak dalam kondisi sehari-hari.

Berdasarkan hasil pengembangan ini, disarankan (1) sebaiknya permainan ini mampu digunakan dalam metode pembelajaran, baik tentang materi bahasa ataupun materi lain yang mampu diaplikasikan dengan permainan ini. (2) bagi penelitian selanjutnya disarankan untuk menambah variasi kosa kata yang diujikan, subjek uji permainan, ataupun menggunakan kosa kata dari tes yang telah terstandar. Apabila dimungkinkan, permainan ini mampu diterapkan pada rentang tingkat lain.