Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

MANAJEMEN KONFLIK INTERGROUP TERKAIT KONTROVERSI LAHAN KONSERVASI SUMBER MATA AIR GEMULO MENURUT SUDUT PANDANG FORUM MASYARAKAT PEDULI MATA AIR (FMPMA)

Agus Hadi Wiyanto

Abstrak


ABSTRAK

 

Wiyanto, Agus Hadi. 2014. Manajemen Konflik Intergroup Terkait Kontroversi Lahan Konservasi Sumber Mata Air Gemulo Menurut Sudut Pandang Forum Masyarakat Peduli Mata Air (FMPMA). Skripsi, Jurusan Psikologi Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Endang Prastuti, M.Si. (II) Gamma Rahmita Ureka Hakim, S.Psi, M.Psi.

 

Kata Kunci: Manajemen konflik, konflik intergroup, sumber mata air Gemulo, FMPMA.

 

Manajemen konflik intergroup merupakan cara mengelola konflik antar kelompok agar konflik dapat terselesaikan. Strategi penyelesaian yang digunakan dalam manajemen konflik memiliki dua tipe yakni destruktif dan konstruktif. Konflik yang diselesaikan dengan manajemen konflik disebabkan oleh dua hal yaitu penyebab obyektif dan penyebab subyektif. Penelitian ini mengkaji tentang manajemen konflik yang dilakukan oleh pihak FMPMA dalam menghadapi konflik intergroup dengan pihak investor (Hotel The Rayja) terkait adanya perebutan wilayah sumber daya alam berupa sumber mata air Gemulo. FMPMA sebagai perwakilan warga pengguna air minum yang berasal dari sumber Gemulo berusaha menyelesaikan konflik dengan pihak hotel The Rayja yang dimulai sejak akhir tahun 2011 sampai 2014 dengan berbagai macam strategi penyelesaian yang ada dalam manajemen konflik, salah satunya dengan strategi intervensi pihak ketiga yang melibatkan peran pengadilan. Selain untuk melestarikan lingkungan, manajemen konflik ini sangat perlu dilakukan FMPMA guna menyelesaikan konflik supaya dampak-dampak negatif akibat konflik yang selama ini dirasakan warga desa sekitar sumber mata air Gemulo dapat tereduksi.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Peneliti mengggunakan metode pengambilan data wawancara, observasi  dan analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) yang menganalisis makna berdasarkan isi yang berhubungan dengan kategori-kategori konsep yang diteliti dengan pendekatan intra dan inter subyek serta triangulasi pengamat lain atau significant others digunakan dalam pengecekan keabsahan data. Subyek dalam penelitian ini berjumlah 5 orang yang merupakan anggota dari FMPMA dan berasal dari 3 desa, yaitu Bumiaji, Sidomulyo, dan Bulukerto.

Temuan dalam penelitian ini, yakni konflik disebabkan sosialisasi yang tidak dilakukan secara transparan oleh investor dan adanya pelanggaran peraturan dalam pembangunan yang dapat menimbulkan dampak kerusakan lingkungan. Salah satu dampak kerusakan lingkungan yaitu debit air sumber mata air Gemulo berkurang. Strategi manajemen konflik yang dilakukan oleh FMPMA cenderung bertipe konstruktif, karena strategi yang dilakukan warga ditujukan untuk menyelesaikan konflik tanpa menimbulkan kerugian bagi pihak-pihak yang berkonflik. Strategi yang digunakan oleh FMPMA diantaranya, problem solving, strategi intervensi pihak ketiga (ajudikasi dan konsiliasi).

Adapun saran yang dapat diajukan terkait dengan temuan dalam penelitian ini adalah subyek ataupun FMPMA diharapkan mampu bekerja sama dengan berpikir logis serta penuh segala pertimbangan, agar tercipta solusi damai yang tidak merugikan kedua belah pihak. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan pemahaman teori yang dimiliki dengan diimbangi aspek kesadaran dan emosi agar masyarakat secara luas dan peneliti lain tahu serta ingin tahu terhadap masalah sosial yang terjadi di sekitarnya, terutama masalah konflik intergroup di sekitar kawasan sumber mata air Gemulo yang melibatkan berbagai pihak seperti pemerintah kota Batu dalam penyelesaian konflik. Pemerintah kota Batu diharapkan bertindak tegas dan konsisten dalam melaksanakan kebijakan guna menyelesaikan konflik terkait sumber mata air Gemulo.