Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBEDAAN KEMATANGAN EMOSI PADA REMAJA YANG TINGGAL DENGAN ORANG TUA DAN REMAJA YANG TINGGAL DI PONDOK PESANTREN

Nadia Kamila Anjani

Abstrak


ABSTRAK

 

Anjani, Nadia Kamila. 2014. Perbedaan Kematangan Emosi Pada Remaja yang Tinggal dengan Orang Tua dan Remaja yang Tinggal di Pondok Pesantren. Skripsi, Jurusan Psikologi Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs Fattah Hidayat S.psi., M.Psi, (II) Farah Farida Tantiani S.Psi., M.Psi

 

Kata Kunci : kematangan emosi, remaja, keluarga, pondok pesantren.

 

Masa remaja adalah masa yang banyak dipengaruhi oleh lingkungan dan dalam rangka menghindari hal – hal negatif yang dapat merugikan dirinya sendiri dan orang lain, remaja seharusnya memiliki kematangan emosi. Menurut Goleman (2004) kematangan emosi adalah “kemampuan untuk menyelesaikan problem-problem pribadi tanpa adanya keselarasan antara gangguan perasaan dan kemampuan untuk mengungkapkan emosi yang tepat yang berhubungan dengan orang lain”. Kematangan emosi pada setiap remaja tidaklah sama karena banyak faktor – faktor lain yang mendukung diantaranya lingkungan dan orang tua. Sehingga penelitian ini ingin melihat (1) kematangan emosi pada remaja yang tinggal dengan orang tua, (2) remaja yang tinggal di pondok pesantren, (3) perbedaan kematangan emosi pada kedua remaja tersebut.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif komparatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk membandingkan kesamaan dan perbedaan suatu gejala, peristiwa dan masalah – masalah yang ada sekarang (Arikunto, 2006). Hasilnya 75 remaja yang tinggal dengan orang tua yaitu 8% kematangan emosi tinggi, 73% kematangan emosi sedang, 19% kematangan emosi rendah yang tinggal dengan orang tua sedangkan 75 remaja yang tinggal tinggal di pondok pesantren yaitu 21% kematangan emosi tinggi, presentase 66% kematangan emosi sedang. 12% kematangan emosi rendah yang tinggal di pondok pesantren.Uji hipotesis ada perbedaan kematangan emosi pada remaja yang tinggal dengan orang tua dan remaja yang tinggal di pondok yang dapat dilihat dari mean remaja dipondok pesantren lebih tinggi daripada mean remaja yang tinggal dengan orang tua dengan signifikansi 0,002 (p < 0,05).

Saran dari hasil penelitian ini adalah untuk lebih memperhatikan kematangan emosi pada remaja Orang tua dapat menentukan pola asuh yang cocok dan bagaimana mengajarkan anak dalam berinteraksi di lingkungan sehingga dengan didikan orang tua sejak dini akan membentuk kematangan emosi pada remaja. Buat pendidik di SMA juga lebih mempertimbangkan interaksi siswa satu dengan siswa yang lain dengan meningkatkan kegiatan ekstrakulikuler. Pendidik di pondok pesantren lebih terus meningkatkan sistem dan pembentukan  karakter remaja untuk jadi lebih baik kedapannya.