Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Aspek-Aspek Kebermaknaan Hidup Pengasuh Anak Berkebutuhan Khusus di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Malang

Andhika Prasetya Wijaya

Abstrak


ABSTRAK

 

Wijaya, Andhika Prasetya. 2014. Aspek-Aspek Kebermaknaan Hidup Pengasuh Anak Berkebutuhan Khusus di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi, M.Si (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi, M.Psi.

 

Kata kunci : makna hidup, aspek-aspek kebermaknaan hidup, pengasuh anak berkebutuhan khusus

 

Orang tua memiliki kemampuan yang beragam dalam melakukan pengasuhan, bahkan beberapa menunda kehamilan karena alasan ketidaksiapan mengasuh anak. Terlebih jika anak terlahir dengan kebutuhan khusus akan menimbulkan penghayatan hidup tanpa makna terhadap orang tua yang belum siap secara mental. Menitipkan anak di sebuah yayasan anak berkebutuhan khusus dijadikan jalan keluar beberapa orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus dengan berbagai alasan. Para pengasuh anak berkebutuhan khusus di suatu yayasan bahkan dapat membangun kedekatan emosional yang lebih baik dibandingkan orang tua anak tersebut. Nilai-nilai dan kondisi lingkungan akan berpengaruh terhadap kondisi psikologis dari para pengasuh anak berkebutuhan khusus di yayasan. Meningkatnya stress akan berakibat menurunnya kebermaknaan hidup para pengasuh anak berkebutuhan khusus. Berdasarkan uraian tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai aspek-aspek kebermaknaan hidup yang dimiliki seorang pengasuh anak berkebutuhan khusus dalam menjalankan tugas pengasuhan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian fenomenologi. Penentuan subjek penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan menggunakan empat pengasuh anak berkebutuhan khusus yang beradadi Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Malang. Metode pengumpul data menggunakan wawancara semiterstruktur dengan karakteristik mendalam dan observasi non partisipan.

Hasil penelitian adalah bahwa subjek penelitian memiliki kebermaknaan hidup yang tidak berorientasi terhadap anak berkebutuhan khusus. Para pengasuh anak berkebutuhan khusus merupakan jenis pengasuh formal. Para pengasuh tersebut menjadikan tugas pengasuhan sebagai suatu pekerjaan yang menghasilkan pendapatan, sehingga gaji merupakan bentuk reward yang diharapkan. Para pengasuh di YPAC tidak memiliki kemampuan khusus dalam melakukan pengasuhan dan perawatan terhadap anak berkebutuhan khusus, semua dipelajari secara otodidak dari pengasuh terdahulu.

Aspek-aspek kebermaknaan hidup yang dimiliki pengasuh anak berkebutuhan khusus di YPAC Malang adalah sebagai berikut: (1) tujuan hidup yang bersifat pencapaian secara pribadi dan berhubungan dengan keluarga, (2) Kecukupan finansial menjadi sumber kepuasan utama, disamping  itu mengurus anak berkebutuhan khusus juga menjadi sumber kepuasan hidup, (3) Kebebasan bagi pengasuh adalah ketika mendapatkan waktu istirahat dan waktu luang untuk kepentingan pribadi, termasuk didalamnya adalah waktu untuk bertemu dengan keluarga dan melakukan kegiatan yang diinginkan, (4) Keputusasaan yang dihadapi tidak berhubungan dengan tugas dalam pengasuhan anak berkebutuhan khusus, melainkan faktor lingkungan yang memberikan tekanan yang menyebabkan stres (5) Pengasuh memiliki kepantasan hidup karena status mereka disamakan dengan pegawai di yayasan, serta (6) Harapan, menjadi salah satu aspek yang cukup berpengaruh dalam memberikan keyakinan dan optimisme dalam menjalani tugas pengasuhan sehari-hari sebagai pengasuh anak berkebutuhan khusus. Secara umum para pengasuh memiliki harapan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik setelah tidak lagi menjadi pengasuh anak berkebutuhan khusus. Para pengasuh menabung untuk kebutuhan ekonomi yang tidak terduga, serta sebagai simpanan dihari tua.

Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini: (1) Bagi pengasuh anak berkebutuhan khusus, agar mampu membangun hubungan interpersonal serta mampu beradaptasi dengan lingkungan asrama YPAC Malang. Selain itu diperlukan pengetahuan mengenai anak berkebutuhan khusus dalam menunjang tugas pengasuhan, (2) Diharapkan Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Malang mampu memberikan arahan dan pelatihan mengenai anak berkebutuhan khusus kepada para pengasuh untuk mengenali lingkungan serta pola kerja di asrama. Selain itu, penyusunan kriteria khusus untuk pengasuh anak berkebutuhan khusus, agar mendapatkan pengasuh yang berkompeten dalam melakukan tugas pengasuhan terhadap anak berkebutuhan khusus.