Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Orientasi Kelekatan Cemas, Menghindar, dan Aman sebagai Prediktor Perilaku Kekerasan Psikologis Dalam Berpacaran Mahasiswa Universitas Negeri Malang

Afriska Yuni Anggraini

Abstrak


Mahasiswa yang masuk tahap dewasa awal akan mulai tertarik kepada lawan jenis sehingga keadaan ini yang membuat banyak mahasiswa yang berpacaran. Dalam kehidupan nyata, proses berpacaran tidak semulus yang diharapkan, masalah demi masalah akan bermunculan.  Namun setiap individu memiliki cara unik dalam menghadapi masalahnya. Termasuk adanya individu yang memilih cara kekerasan untuk menyelesaikan masalah dalam berpacaran. Kasus ini digolongkan sebagai kekerasan dalam berpacaran, kekerasan dalam berpacaran dapat berupa kekerasan fisik atau psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh orientasi kelekatan orang dewasa terhadap perilaku kekerasan psikologis dalam berpacaran mahasiswa Universitas Negeri Malang.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, rancangan penelitian deskriptif dan teknik analisis regresi berganda. Sampel yang digunakan sebanyak 100 orang mahasiswa Universitas Negeri Malang dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala perilaku kekerasan psikologis dalam berpacaran yang terdiri dari 28 aitem dengan reliabilitas sebesar 0,871, skala kelekatan cemas yang terdiri dari 18 aitem dengan reliabilitas sebesar 0,812 dan juga untuk skala kelekatan menghindar yang terdiri dari 18 aitem dengan reliabilitas sebesar 0,811, serta skala kelekatan aman yang terdiri dari 31 aitem dengan reliabilitas sebesar 0,763.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) sebanyak 33% mahasiswa Universitas Negeri Malang melakukan kekerasan psikologis dalam berpacaran yang tergolong pada kategori tinggi, (2) sebanyak 35% memilih kelekatan cemas yang berada pada kategori sedang, (3) sebanyak 34% memilih kelekatan menghindar yang berada pada kategori tinggi, (4) sebanyak 34% memilih kelekatan aman yang berada pada kategori rendah, (5) kelekatan cemas memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap perilaku kekerasan psikologis dalam berpacaran, (6) orientasi kelekatan cemas, menghindar, dan aman secara bersama-sama memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap perilaku kekerasan psikologis dalam berpacaran, (7) orientasi kelekatan menghindar memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap perilaku kekerasan psikologis dalam berpacaran, (8) orientasi kelekatan aman tidak mempengaruhi munculnya perilaku kekerasan psikologis dalam berpacaran.
Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah mahasiswa agar lebih menggunakan kelekatan aman dalam menjalin hubungan berpacaran yang sehat dan bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkannya dengan membedakan dan mengelompokkan berdasarkan jenis kelamin.