Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Keseimbangan Hidup-Pekerjaan (Work-Life Balance) pada Perempuan yang Berprofesi sebagai Perawat di Rumah Sakit ditinjau dari Status Perkawinan (Marital Status)– Studi di Rumah Sakit Islam Aisyiyah Malang.

Afivatul Nuvitasari

Abstrak


ABSTRAK

 

Nuvitasari, Afivatul. 2014. Perbedaan Keseimbangan Hidup-Pekerjaan (Work-Life Balance) pada Perempuan yang Berprofesi sebagai Perawat di Rumah Sakit ditinjau dari Status Perkawinan (Marital Status)– Studi di Rumah Sakit Islam Aisyiyah Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Endang Prastuti, M.Si, (2) Pravissi Shanti, S.Psi., M.Psi.

 

Kata Kunci: keseimbangan hidup-pekerjaan, status perkawinan, perempuan, perawat

 

Keseimbangan hidup-pekerjaan (Work-Life Balance-WLB) adalah sejauh mana individu memiliki keseimbangan antara peran dan tanggung jawabnya dalam pekerjaan dan diluar pekerjaan, seperti keluarga dan kehidupan pribadinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah faktor demografi seperti status perkawinan memberikan perbedaan pada keseimbangan hidup-pekerjaan perempuan, khususnya perempuan yang berprofesi sebagai perawat, dimana profesi perawat adalah profesi dengan beban kerja yang tidak ringan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif komparatif, dimana peneliti mendeskripsikan dan membandingkan dua kelompok sampel. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan Skala WLB. Teknik analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif untuk mendeskripsikan keseimbangan hidup-pekerjaan perawat dan independent sample t-test sebagai teknik uji hipotesis.

Penelitian dilakukan pada 63 perempuan yang berprofesi sebagai perawat yang terdiri dari 30 perawat (47,62%) dengan status perkawinan lajang dan 33 perawat (52,38%) dengan status perkawinan menikah. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa: (1) 27 perawat (42,86%) termasuk dalam kategori keseimbangan hidup-pekerjaan tinggi, dan 36 perawat (57,14%) termasuk dalam kategori keseimbangan hidup-pekerjaan rendah. (2) Signifikansi dari uji hipotesis menunjukkan angka 0,841 yang berarti lebih besar dari 0,05. Berdasarkan penemuan tersebut dapat disimpulkan bahwa lebih banyak perawat perempuan yang memiliki keseimbangan hidup-pekerjaan rendah dan tidak terdapat perbedaan keseimbangan hidup-pekerjaan perempuan yang berprofesi sebagai perawat di rumah sakit ditinjau dari status perkawinan.

Berdasarkan hal tersebut disarankan kepada perawat perempuan untuk lebih memperhatikan keseimbangan peran dan tanggung jawabnya. Untuk penelitian selanjutnya sangat dimungkinkan untuk melakukan penelitian tentang faktor dalam diri individu yang mempengaruhi keseimbangan hidup-pekerjaan dan juga tentang keseimbangan hidup-pekerjaan bagi perempuan yang berprofesi selain perawat.