Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Pola Asuh Authoritative dengan Perilaku Prososial Siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang

Dian Febriyani

Abstrak


ABSTRAK

 

Febriyani, Dian. 2013. Hubungan Pola Asuh Authoritative dengan Perilaku Prososial Siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Fattah Hidayat, S.E., S.Psi., M.Si., (2) Diantini Ida Viatrie, S.Psi., M.Si.

 

Kata Kunci: pola asuh authoritative, perilaku prososial

 

Pola asuh authoritative merupakan pola pengasuhan orang tua yang memberikan kebebasan pada anak sesuai dengan batasan-batasan yang telah ditentukan bersama. Perilaku prososial merupakan tindakan yang ditujukan untuk memberikan keuntungan bagi orang lain dan orang yang menolong akan merasa bahwa seseorang yang ditolongnya lebih sejahtera. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku prososial adalah pola asuh orang tua terutama  pola asuh authoritative.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan analisis korelasi. Penelitian ini dilakukan karena rendahnya perilaku prososial remaja seperti tidak bersedianya meminjami alat tulis, tidak bersedia berbagi makanan, atau tidak peduli pada seseorang yang membutuhkan pertolongan. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang dengan sampel sebanyak 142 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan metode skala dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis Korelasi Product Moment untuk menganalisis hubungan antara pola asuh authoritative dengan perilaku prososial.

Hasil penelitian ini menunjukkan 5 siswa (3%) memiliki pola asuh authoritative sangat tinggi, 42 siswa (30%) memiliki pola asuh authoritative tinggi, 48 siswa (34%) memiliki pola asuh authoritative sedang, 37 siswa (26%) memiliki pola asuh authoritative rendah dan 10 siswa (7%) memiliki pola asuh authoritative sangat rendah dengan reliabilitas pengukuran pola asuh authoritative (α=0,942). Sedangkan 6 siswa (4%) memiliki perilaku prososial sangat tinggi, 35 siswa (25%) memiliki perilaku prososial tinggi, 47 siswa (33%) memiliki perilaku prososial sedang, 46 siswa (32%) memiliki perilaku prososial rendah dan 8 siswa (6%) memiliki perilaku prososial sangat rendah dengan reliabilitas pengukuran skala prososial (α=0,927). Perolehan koefisien korelasi anatar X dan Y sebesar 0,368 dengan probabilitas Phitung≤Pstandar (0,000 < 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pola asuh authoritative dengan perilaku prososial siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang.

Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan pengembangan skala yang lebih baik lagi pada skala pola asuh authoritative maupun skala perilaku prososial sehingga dapat mengurangi kemungkinan untuk subjek memberikan respon yang normatif serta menambah atau mengganti variabel lain yang mungkin dapat mempengaruhi perilaku prososial anak. Serta diadakan penelitian kembali dengan sampel yang lebih luas dan pengukuran yang lebih akurat dan reliabel.