Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH KETIDAKAMANAN KERJA (JOB INSECURITY) TERHADAP KETERLIBATAN KERJA (JOB INVOLVEMENT) DAN KEINGINAN PINDAH KERJA (INTENSI TURNOVER) PADA KARYAWAN OUTSOURCING DI RS. WAVA HUSADA KEPANJEN

ARIK EXSTRADA

Abstrak


ABSTRAK

 

Exstrada, Arik . 2013. Pengaruh Ketidakamanan Kerja (Job Insecurity) terhadap Keterlibatan Kerja (Job Involvement) dan Keinginan Pindah Kerja (Intensi Turnover) pada Karyawan Outsourcing di RS. Wava Husada Kepanjen. Skripsi,  Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Tutut Chusniyah, M.Si., (II) Indah Yasminum Suhanti, S. Psi,M.Psi.

 

Kata kunci : ketidakamanan kerja, keterlibatan kerja, keinginan pindah kerja.

 

Ketidakamanan kerja merupakan persepsi pekerja tentang kontinuitas masa depan  pekerjaan yang meliputi persepsi terhadap kemungkinan kehilangan pekerjaan, rasa takut atau khawatir  kehilangan pekerjaan, dan kekhawatiran tentang promosi jabatan, kenaikan gaji, penurunan pangkat atau jabatan pada pekerjaan. Keterlibatan kerja merupakan tingkat sejauh mana seseorang terlibat dalam pekerjaannya dan secara aktif berpartisipasi di dalamnya. Selain itu keinginan pindah kerja merupakan tingkat seberapa besar karyawan berfikir dan berniat untuk pindah kerja atau keluar dan mencari alternatif pekerjaan lain.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif regresional. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 dari 36 karyawan outsourcing di RS.Wava Husada Kepanjen dengan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala ketidakamanan kerja yang terdiri dari 18 aitem dengan reliabilitas sebesar 0,887, skala keterlibatan kerja terdiri dari 39 aitem dengan reliabilitas sebesar 0,935, dan skala keinginan pindah kerja sebanyak 31 aitem dengan reliabilitas sebesar 0,964. Data hasil penelitian ini dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis jalur.

Hasil penelitian adalah bahwa (1) Tingkat ketidakamanan kerja yang dimiliki oleh karyawan outsourcing di RS. Wava Husada berada dalam kategori sedang sebesar 63%. 2). Tingkat keterlibatan kerja yang dimiliki oleh karyawan outsourcing berada dalam kategori sedang sebesar 60%. (3)  Tingkat keinginan pindah kerja yang dimiliki oleh karyawan outsourcing berada dalam kategori tinggi yaitu sebesar 50%. (4) Ketidakamanan kerja memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap keterlibatan kerja. (5) Ketidakamanan kerja tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keinginan pindah kerja. (6) Keterlibatan kerja memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap keinginan pindah kerja. (7) Ketidakamanan kerja dan keterlibatan kerja secara bersama-sama memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap keinginan pindah kerja.

Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah:1) bagi karyawan: agar lebih meningkatkan lagi keterlibatan kerjanya. 2) bagi perusahaan : agar lebih terbuka dan menjaga hubungan baik  dengan karyawan. 3) Bagi peneliti selanjutnya: diharapkan dapat mengembangkannya dengan membedakan dan mengelompokkan berdasarkan jenis pekerjaan serta menambah jumlah subyek.